Salah Ejaan, Baliho Ajakan Vaksin Pemkab Maros Dikritik Penggiat Literasi

Baliho besar berlogo Pemkab Maros di persimpangan Jalan Lanto Daeng Pasewang. Gambar direkam, Senin, 1 Februari 2021.

MAROS, MM – Baliho itu berdiri kukuh di tiang penyangga besi berukuran besar. Lokasinya pun strategis. Di persimpangan jalan. Di percabangan dari dan menuju Jalan Lanto Daeng Pasewang, Turikale, Maros.

Gambarnya adalah foto-foto Forkopimda. Dari bupati, ketua DPRD, kapolres, hingga dandim. Narasinya “Jangan Takut di Vaksin; Aman dan Halal”. Ada logo Pemkab Maros di atasnya.

Read More

Nah, kalimat itulah yang mengundang reaksi. Sejumlah warganet yang berkomentar di media sosial menyebut bahwa tidak seharusnya “di vaksin”, melainkan “divaksin”. Semestinya menempatkan “di” sebagai imbuhan, bukan kata depan. Vaksin juga bukan menunjukkan tempat.

Diskusi informal pun terjadi di dunia maya. Ada kalangan guru, para penggiat literasi, hingga sastrawan.

Salah satu tokoh literasi Maros, Lory Hendradjaya menuturkan, sekilas hal itu sepele. Namun sesungguhnya problem besar. Sebab menyangkut cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Tentu saja itu tidak tepat. Seharusnya memang “divaksin”, bukan “di vaksin”. Itu bukan preposisi,” ujar dosen Bahasa Indonesia di beberapa perguruan tinggi itu.

Lory yang juga dikenal sebagai budayawan dan sastrawan itu menyebut bahwa kritikan yang ramai di media sosial adalah tanda-tanda baik. Sebab ternyata masih ada yang peduli dengan kebahasaan.

“Hal yang tampak tidak lagi jadi perhatian beberapa kalangan,” tambahnya.

Momentum ini, imbuh Lory, juga mesti jadi pembelajaran siapapun di Maros, termasuk instansi pemerintah, untuk kembali serius memperhatikan Bahasa Indonesia.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Maros, Andi Darmawati Sukiman, berterima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan perhatian.

“Jika itu memang salah ejaan, tentu saja harus diganti,” tuturnya.

Spanduk dengan desain serupa di titik lain.

Pantauan MataMaros.com, bahan sosialisasi serupa terpampang di beberapa titik lain, meski dalam ukuran yang lebih kecil. Pihak Pemkab berjanji segera mengganti dengan baliho dan spanduk yang baru, yang sudah diperbaiki ejaannya.

Pemkab Maros sebenarnya meraih penghargaan Wajah Bahasa, Kategori Kantor Bupati/Wali Kota (kantor tertib berbahasa) pada 2020 lalu. Penilaiannya dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan.

Hanya empat kabupaten dan satu kota yang mendapatkan penghargaan tersebut. Selain Maros ada Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Barru, dan Kota Palopo. (mal) 

Penulis : | Editor :

Related posts