Akhirnya Tanggapi Demo Pekerja, GM Angkasa Pura: Kita Rugi Rp2,8 Triliun

GM Angkasa Pura I, Wahyudi menjawab tuntutan pekerja yang disuarakan KSPSI Maros. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Sejak pagi menjelang siang hingga sore kemarin, seratusan massa pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) cabang Maros, melakukan unjuk rasa di persimpangan bandara lama. Menuntut hak normatif mereka terhadap PT Angkasa Pura I (AP I) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan PT Angkasa Pura Support (APS) Cabang Makassar.

Aksi yang melumpuhkan arus lalu lintas di perbatasan Maros dan Makassar itu pun ditanggapi oleh pihak PT Angkasa Pura I.

Read More

General Manager (GM) AP I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Wahyudi, mengatakan, pihaknya selama satu tahun terakhir tengah mengalami kerugian yang cukup besar.

“Tahun lalu, pendapatan kita merugi Rp2,8 triliun,” akunya.

Tidak hanya AP I, kerugian juga disebutnya dialami APS Cabang Makassar. Jumlahnya Rp40,45 miliar dalam setahun terakhir.

“Usaha kalau rugi untuk apa? Makanya manajemen mengambil kebijakan seperti yang terjadi saat ini,” imbuhnya.

Ketua DPC KSPSI Maros, Muh Ridwan menuturkan bahwa tuntutan rekan-rekannya adalah hak normatif, perjanjian sesuai dengan MoU, serta penuntasan gaji.

“Upah tidak sesuai yang ditetapkan Gubernur Sulsel. Dengan alasan pandemi, sejak Juli 2020 lalu pekerja menerima upah yang jauh dari yang telah ditetapkan” katanya.

Selain itu, mereka juga menuntut kontrak kerja yang tidak lagi sesuai aturan yang ada. “Teman-teman juga menuntut soal kontrak kerja. Dulu kontrak per tahun sekarang malah per bulan dengan upah harian,” keluhnya. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts