Cari Porang di Hutan, Dua Warga Sambueja Tersesat, Ditemukan Tim SAR Jelang Pagi

Tim SAR melakukan pencarian malam hari. (FOTO: IST)

MAROS, MM – M Nasir (45 tahun) dan Dg Caco (54) mengisi hari liburnya, Minggu, 7 Januari 2021, dengan masuk hutan. Tujuannya untuk mencari porang, jenis tumbuhan yang akhir-akhir ini jadi primadona.

Mereka berangkat bersama empat tetangganya. Hutannya masih di sekitaran kampung mereka, Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Maros. Namun di perjalanan, keduanya terpisah dari rombongan. Lalu nyasar.

Read More

Keluarga pun mulai khawatir saat jelang petang kemarin, Nasir dan Caco belum juga pulang. Sedangkan empat orang lainnya sudah tiba di rumah masing-masing.

Malam, mereka belum juga kembali. Makanya pukul 20.00 tim SAR gabungan, termasuk dari Damkar Maros mulai melakukan pencarian.

Pencarian berlangsung cukup lama. Nasir dan Caco baru ditemukan kira-kira pukul 03.00, Senin, 8 Februari 2021. Keduanya memutuskan berdiam di hutan karena sudah tak tahu jalan pulang.

Kepada MataMaros.com, Nasir menjelaskan bahwa dia berpisah dengan empat temannya yang lain kira-kira pukul 15.00 Wita.

“Pergi ka pagi sampai Zuhur. Terus ada lagi temanku panggilka pas ka tanam itu tire. Berangkat ka lagi jam dua siang,” ucapnya. Tire adalah istilah lokal untuk porang.

Nasir mengisahkan bahwa kira-kira pukul 19.00 dia bersama Caco sudah tidak bisa menemukan arah kembali. Mereka memilih berdiam di dalam hutan karena sudah terlalu gelap.

“Tinggal ka saja duduk, saling membelakangi. Sekitar jam tiga subuh akhirnya adami tim SAR,” ujarnya.

M Nasir sudah berada di rumahnya. (FOTO: ASTY UTAMI/MATAMAROS.COM)

Nasir mengaku pergi mencari bibit porang hanya pada hari Minggu untuk di tanaman kembali di kebun. Tunas porang bisa ditemukan dari anakan yang tumbuh liar di hutan. Hari-hari lain dia bekerja sebagai buruh bangunan. (ast) 

Penulis : | Editor :

Related posts