HPPMI Komisariat Unhas-PNUP Desak Transparansi Beasiswa Rp1 M Pemkab

Pemkab Maros menyalurkan beasiswa Rp1 miliar pada 2020. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Komisariat Unhas-PNUP mempertanyakan transparansi penyaluran beasiswa Pemkab Maros. Nilainya Rp1 miliar dan dicairkan di masa pandemi Covid-19.

Ketua Komisariat HPPMI Unhas-PNUP, Arjuna Rahmat Hidayat, mengaku menangkap kesan ada yang ditutup-tutupi dalam penyaluran beasiswa tersebut.

Read More

“Datanya itu yang kami butuhkan. Siapa saja penerimanya,” ujar Arjuna dalam rilis kepada MataMaros.com, Senin, 8 Februari 2021.

Dia mengklaim sudah mempertanyakan itu ke bagian keuangan Pemkab Maros serta Inspektorat namun tidak diberi data dengan dalih tidak semua hal di pemerintah daerah harus diumumkan. Apalagi penyaluran beasiswa sudah melibatkan lembaga resmi.

Bidang Advokasi HPPMI Komisariat Unhas-PNUP, Makmur menambahkan, dari data yang berhasil dihimpunnya, beasiswa dibagi ke 610 mahasiswa. Berasal dari berbagai perguruan tinggi. Masing-masing mendapat Rp1,5 juta. Sisanya masih ada Rp70 juta yang kabarnya dijadikan dana hibah oleh sebuah lembaga dan Rp15 juta masuk kas Pemkab.

“Yang jadi pertanyaan adalah kenapa cuma 610 orang dan Rp70 juta ini dihibahkan ke lembaga mana. Itu juga yang tidak jelas,” tuturnya.

Padahal menurut Makmur, dana tersebut merupakan hibah Pemkab untuk beasiswa para mahasiswa Maros yang termaktub dalam kategori penerima manfaat, bukan merupakan hibah khusus lembaga.

“Cuma ada lembaga yang diberi tanggungjawab penyaluran, bukan berarti hibah untuk lembaga itu,” katanya.

Ia berharap Pemkab Maros mengumumkan data riil terkait beasiswa dan penerimanya ke publik. Makmur mengutip UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Sampaikan ke publik bukan malah di grup WhatsApp,” pintanya.

MataMaros.com sedang berupaya mencari narasumber yang paling kompeten di Pemkab untuk menjawab permintaan HPPMI Komisariat Unhas-PNUP itu. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts