Pupuk Langka di Maros, Dinas Pertanian: Setiap Tahun Memang Berkurang

Pupuk bersubsidi. (FOTO: INT)

MAROS, MM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros menanggapi sulitnya para petani mendapatkan pupuk bersubsidi.

Bidang Sarana dan Prasarana, Muh Maudu, menjelaskan, saat ini pemerintah pusat tengah mengambil kebijakan untuk mengurangi pupuk bersubsidi.

Read More

“Setiap tahunnya memang ada pengurangan,” ujar Maudu, Senin, 8 Februari 2021.

Meski ada pengurangan, pihaknya mengklaim bahwa alokasi tetap berdasarkan kebutuhan petani. Sesuai data yang telah ter-input dalam e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

“Alokasi sesuai data itu. Sehingga, semua petani dapat pupuk berdasarkan luas lahannya,” katanya.

Di Kabupaten Maros ada 1.299 kelompok tani (Poktan) dengan jumlah petani sebanyak 41.000 orang.

“Yang terdaftar di e-RDKK itu baru kisaran 37.000. Tapi, data terus diperbarui dan dialokasikan kembali setiap musim tanam,” jelasnya.

Jatah untuk masing-masing pupuk antara lain Urea 9.573, SP36 1.064, ZA 1.660, dan MPK 3.364 ton.

“Pupuk ini nantinya didistribusikan oleh 7 distributor ke 38 pengecer di 14 kecamatan yang ada. Petani nanti beli di pengecer dengan harga sesuai HET pemerintah,” urainya.

Maudu mengaku bahwa pihaknya hanya sebatas mengalokasikan kebutuhan para petani.

“Distribusi bukan ranah kami di dinas,” tuturnya.

Saat ini ramai keluhan soal kelangkaan pupuk. Menjadi salah satu topik utama diskusi di media sosial, beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros, Muhammad Alfian Amri menyebut bahwa pupuk tidak langka. Selain pupuk bersubsidi, ada pupuk non subsidi yang menurut dia stoknya cukup banyak di pasaran.

Dari Jakarta, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bustanul Arifin, jauh hari sudah memperingatkan bahwa kelangkaan masih berpeluang terjadinya pada 2021.Lantaran kemampuan APBN 2021 hanya mampu memenuhi sekitar 9 juta ton ditambah 1,5 juta liter pupuk organik cair.

Pemerintah pusat menyediakan anggaran subsidi pupuk tahun 2021 sebesar Rp25,3 triliun, cukup untuk alokasi pupuk bersubsidi 8,2 juta ton.

Padahal jika melihat usulan e-RDKK dari seluruh daerah pada 2021, kebutuhan pupuk bersubsidi tahun ini mencapai 23,4 juta ton. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts