Mahasiswa KKN Umma Latih Warga Bikin Pupuk, Ada Bahan Daun Kopasanda

Pelatihan pembuatan pupuk organik di Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Minggu, 21 Februari 2021. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Kelangkaan pupuk jadi keluhan petani di mana-mana. Mahasiswa KKN Umma angkatan IV di Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, menangkap momentum itu untuk mengajak para petani tidak lagi bergantung pada pupuk kimia bersubsidi buatan pemerintah itu.

Mereka menggelar program pelatihan pembuatan pupuk organik, Minggu, 21 Februari 2021. Mahasiswa tidak hanya mensosialisasikan manfaat, tetapi juga mendemonstrasikan cara pembuatannya.

Read More

“Saat melakukan observasi, pupuk ini banyak dikeluhkan. Hampir disemua sudut kampung bahas soal pupuk. Mereka (petani) berusaha mengerti kondisi pemerintah tapi tanamannya juga tidak bisa menunggu untuk dipupuk,” ujar salah seorang mahasiswa, Amriadi.

Bahan-bahan yang digunakan relatif mudah ditemukan. Seperti jerami, kotoran ternak sapi, dedak, daun kopasanda, pelepah pisang, gula pasir, dan M4.

“Pembuatannya pun sederhana hanya menggunakan alat sekop, terpal, dan wadah kotoran ternak sapi,” katanya.

Pupuk organik ini bisa dimanfaatkan untuk tanaman padi maupun tanaman hias warga. Mudah dibuat, ekonomis, dan terlebih lagi ramah lingkungan.

Ketua RT setempat, Rahmat mengapresiasi program mahasiswa tersebut dan berharap agar bisa berkelanjutan.

“Semoga warga melihat ini sebagai peluang lain dan mengembangkannya secara mandiri,” harapnya.

Dalam pelatihan tersebut mahasiswa melibatkan wanita tani dan PKK Kelurahan Baji Pamai. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts