Sebelum Dibawa ke Jakarta, Nurdin Abdullah Swab Antigen di Maros, Ini Tempatnya

Klinik Transit di Mandai, Kabupaten Maros. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, dijemput petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Sabtu dini hari, 27 Februari 2021.

Pesawat yang menerbangkan Nurdin beserta lima orang lain yang juga diduga terlibat dalam kasus korupsi, adalah armada milik Garuda Indonesia dengan nomor GA-617. Jadwalnya pukul 07.00 Wita.

Read More

Nah, sebelum ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, rombongan menuju Klinik Transit di Jalan Poros Makassar-Maros, Desa Marumpa, Kecamatan Mandai. Tujuannya untuk menjalani tes swab antigen.

Klinik tersebut sebenarnya “melewati” bandara jika dari arah Makassar. Namun memang buka 24 jam sehingga tim KPK kabarnya memilih tempat itu agar bisa segera memastikan bebas tidaknya Nurdin dan yang lainnya dari virus corona.

Seorang petugas Klinik Transit membenarkan bahwa mereka sempat melakukan tes terhadap gubernur Sulsel itu. “Kira-kira jam (pukul 05.30),” katanya kepada MataMaros.com, Sabtu, 27 Februari 2021.

Klinik Transit menempati sebuah ruangan di salah satu hotel. Dalam tulisan yang ditempel di dinding, tertulis bahwa fasilitas kesehatan tersebut 24 jam siap melayani pasien maupun orang yang ingin tes Covid-19.

Informasi dari pihak lain menyebutkan, pukul 05.44 Wita, rombongan selesai melaksanakan pemeriksaan swab antigen dan menuju bandara.

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim penyidik KPK

mengamankan Agung Sucipto (kontraktor, 64 tahun), Nuryadi (sopir Agung Sucipto, 36 tahun), Samsul Bahri (Adc Gubernur Sulsel, Polri, 48 tahun), Edy Rahmat (Sekdis PU Sulsel), dan Irfandi (sopir Edy Rahmat). Lokasinya di RM Nelayan, Jalan Ali Malaka, Makassar. Sedangkan Nurdin ditangkap di rumah dinasnya.

Barang bukti yang diamankan tim KPK yaitu satu koper yang berisi uang sebesar Rp1 miliar, yang diamankan di Rumah Makan Nelayan Jalan Ali Malaka, Ujung Pandang, Kota Makassar.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri menuturkan bahwa penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap Nurdin dan lima orang lainnya.

Juru Bicara Nurdin Abdullah, Veronica Moniaga membantah bahwa Nurdin ditangkap.

“Terkait bapak gubernur terkena operasi tangkap tangan, itu tidak benar karena bapak saat itu sedang istirahat. Seperti yang kita tahu, OTT adalah orang yang tertangkap tangan dan bapak tidak sedang melakukan itu,” ucap. mantan wartawan di beberapa stasiun televisi nasional itu.

Terkait keberangkatan Nurdin ke Jakarta, Vero menyebut Nurdin pergi atas permintaan KPK untuk menyampaikan keterangan selaku saksi. Nurdin disebut hanya membawa pakaian secukupnya. (mal) 

Penulis : | Editor :

Related posts