Angin Segar Demokrasi, Pegiat IT Maros Apresiasi Edaran Kapolri

Moh Abudhar. (FOTO: DOK)

MAROS, MM РSurat edaran Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait penerapan undang-undang (UU) ITE,  diapresiasi sejumlah pihak. Salah satunya datang dari pegiat IT di Kabupaten Maros, Moh Abudhar.

“Kita harus akui hari ini kehadiran UU ITE membuat demokrasi seperti pincang, masyarat mulai takut berbicara diruang-ruang terbuka apa lagi kalau sampai menyinggung kebijakan pemerintahan pusat,” katanya, Senin, 1 Maret 2021.

Read More

Menurut pendiri Komunitas IT (Komit) Maros itu, dengan diterbitkannya surat edaran nomor SE/2/11/202, tentang kesadaran budaya beretika untuk mewujudkan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif, membuat pasal-pasal yang ada dalam UU ITE tidak mudah disalahgunakan.

“Setelah membaca dan mengkaji edaran tersebut, kami mengapresiasi pendekatan dengan langkah-langkah humanis dalam menindaklanjuti laporan, terkecuali yang memang mengancam keutuhan bangsa, SARA, dan ujaran kebencian” jelas Abudhar.

Wakil Sekretaris Bidang Komunikasi dan Informasi

Pemuda Muhammadiyah Sulsel itu menilai, dalam UU ITE memang terdapat sejumlah pasal-pasal karet. Sangat rentan dijadikan alat untuk mengkriminalisasi masyarakat yang melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

“Sebagai negara demokrasi, kebebasan berpendapat adalah hal yang mutlak. Kita berharap dengan edaran itu polisi bisa lebih selektif dalam menindak lanjuti laporan-laporan terkait UU ITE,” tandas nya. (suf)¬†

Penulis : | Editor :

Related posts