Ratusan Hektare Sawah di Maros Terancam Gagal Panen

Sawah di Kecamatan Maros Baru terendam banjir, Kamis, 11 Maret 2021. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Banjir tak hanya menggenangi permukiman warga. Sawah-sawah di Kabupaten Maros juga terendam. Seperti di Kecamatan Simbang, Kecamatan Lau, dan Kecamatan Maros Baru.

Padi yang ditanam pada Januari 2021 lalu, sudah mulai berbuah. Namun, karena curah hujan yang ekstrem dan luapan air sungai membuat tanaman padi nyaris tak terlihat.

Read More

Salah seorang petani, Arif, warga Dusun Rumbia, Desa Tanete, Kecamatan Simbang, mengatakan ada ratusan hektare di wilayahnya yang terendam, Kamis, 11 Maret 2021.

“Padi yang terendam itu umurnya kurang lebih tiga bulan dengan kondisi buah yang sudah keluar dan apabila terendam akan membusuk,” katanya.

Petani lain Mahmud dari Dusun Lekoala, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, mengaku pasrah dan menunggu air surut untuk kembali turun ke sawah. Namun, dirinya tidak lagi punya modal untuk membeli bibit dan kebutuhan lainnya kalau padinya membusuk.

Ia berharap, pemerintah bisa membantu meringankan kerugian petani.

Kerugian petani berdasarkan hasil hitungan mulai persiapan tanam meliputi proses pembajakan, pembibitan, biaya tanam, pestisida dan bahkan pemupukan yang sudah dua kali dilakukan.

Kabid Padi dan Palawija Dinas Pertanian Maros, Hamril, mengaku telah melakukan pemantauan di lokasi terdampak banjir. Pihaknya juga sementara melakukan proses pemetaan dan pendataan terhadap sawah-sawah petani yang padinya rusak.

“Kami sudah melakukan pemantauan bersama kepala dinas. Kita akan melihat satu minggu ke depan. Kalau air sudah surut kita lihat mana padi yang mati dan masih bertahan. Kemudian dilakukan pendataan kembali pada lahan yang padinya mati,” ujarnya.

Hamril berjanji pihaknya akan berupaya mencarikan solusi petani yang merugi dengan melakukan koordinasi kepada pihak-pihak terkait.

“Kita berharap, pemerintah bisa membantu dan kita akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terkait bantuan untuk masalah petani ini,” tandasnya. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts