Keturunan La Patau Raja XVI Bone dari Eropa pun Siap Hadir

Konferensi pers Pertemuan Akbar Wijanna Puwatta La Patau Matanna Tikka Raja XVI Bone. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Pertemuan Akbar Wijanna Puwatta La Patau Matanna Tikka Raja XVI Bone bakal ramai. Keturunan La Patau yang menyatakan diri akan hadir bukan hanya dari Sulsel atau daerah lain di Indonesia. Beberapa orang dari Malaysia, Thailand, bahkan hingga Rumania di Eropa mengaku akan datang.

Humas panitia Andi Fahry Makkasau mengatakan, keturunan Puwatta La Patau yang telah menyebar di berbagai penjuru dunia memang penuh antusiasme berkumpul di kampung leluhur mereka di Bone.

Read More

“Dengan satu tujuan merajut kembali ikatan kekeluargaan setelah 307 tahun wafatnya leluhur mereka yaitu tahun 1714,” kata mantan wakil ketua DPRD Maros itu, Sabtu, 13 Maret 2021.

Bahkan sehari setelah konferensi pers di Fort Rotterdam, Makassar, Kamis, 11 Maret 2021, seorang keturunan La Patau dari Budapest, ibu kota Rumania, langsung mengonfirmasi akan hadir.

Pertemuan tersebut dijadwalkan 14-15 Agustus 2021, berpusat di Bola Soba, Watampone Kabupaten Bone.

Pada. konferensi pers itu, bergantian Andi Kumala Idjo Karaeng Lembangparang, Andi Bau Iwan Datu Alamasyah Jemmabarue, dan Andi Baso Hamid menyampaikan maklumat. Begitu juga dengan ketua panitia Andi Bau Irman Mappanyukki dan salah seorang wakil ketua panitia Andi Promal Pawi yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bone.

Ketiga orang tersebut mewakili keluarga besar Bone-Gowa-Luwu, tempat dahulu berdiri tiga kerajaan besar dan wija Puwatta La Patau memegang kekuasaan.

Andi Bau Iwan Datu Alamsyah Jemmabarue dan Petta Andi Baso Hamid menambahkan bahwa tidak tertutup kemudian akan dibuat Yayasan Keluarga Wija Puwatta. Akan bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan sumber Daya Manusia.

Andi Bau Irman Mappanyukki merasa sangat yakin akan hadir ribuan keturunan karena kerinduan akan sosok Puwatta La Patau sebagai raja pemersatu di eranya.

Fahry Makkasau menambahkak lagi bahwa acara ini berpeluang mencetak rekor MuRI. Memecahkan rekor sebelumnya saat 4.000 orang hadir di Jabar pada 2012. (ast) 

Penulis : | Editor :

Related posts