Pendaki Asal Maros Jatuh di Jurang Gunung Lompobattang, Belasan Jam Menanti Evakuasi

Tim SAR yang berangkat ke Gunung Lompobattang. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Enam orang itu berangkat bersama-sama mendaki Gunung Lompobattang, Kabupaten Gowa, sejak Rabu, 10 Maret 2021. Satu di antaranya dikabarkan terjatuh di jurang, malam tadi, Jumat, 12 Maret 2021.

Korban jatuh berasal dari Kabupaten Maros. Namanya Fahrul Zainuddin, usia 31 tahun. Fahrul yang akrab disapa Pallung di Maros dikenal sebagai wartawan. Dia reporter di radio Maros FM.

Read More

Titik jatuhnya Pallung sudah diketahui. Apalagi rekannya juga masih sesekali memberi kabar. Hingga berita ini diturunkan, Sabtu petang, 13 Maret 2021, evakuasi sudah berhasil namun belum ada informasi lebih lanjut.

Sejak laporan diterima, pihak Basarnas Makassar langsung menurunkan potensi SAR Siaga Bantaeng.

Titik jatuh Pallung di jurang di patahan Pasar Anjayya, dekat dari Bantaeng.

“Informasi kami terima tengah malam dari anggota potensi SAR bahwa satu dari enam pendaki mengalami kecelakaan. Terjatuh di jurang dan mengalami cedera alat gerak atas dan bawah,” kata Djunaidi, Kepala Kantor Basarnas Makassar kepada wartawan.

Keenam pendaki itu dikabarkan berangkat ke Gunung Lompobattang melalui jalur Bulu Baria. Korban jatuh dalam keadaan sadar namun dilaporkan mengalami patah tulang pada tangan dan kaki.

Korban disebut jatuh di titik sebelum pertigaan menuju Lembah Karisma Lompobattang. Jalur tersebut kerap dilalui para pendaki yang hendak melintas dari Gunung Lompobattang menuju Gunung Bawakaraeng dengan rata-rata perjalanan sepekan.

Posko Informasi Tassoso dikutip Sinjai Info, melaporkan,

Tim SAR dari Bantaeng dan tim gabungan bergerak ke lokasi jatuhnya Pallung.

“Kami dikabarkan, jika ada peserta lintas yang jatuh di jurang dengan kondisi tangan patah. Meski masih sadar namun korban harus cepat dievakuasi,” jelas Ahmadin Syargawi, admin Pusat Informasi Tassoso.

Kini sudah belasan jam berlalu dan kabar terbaru evakuasi sudah bisa dilakukan. Pallung dalam keadaan sadar.

Pallung mendaki bersama lima rekannya. Mereka adalah  Samsir, Muhammad Iqbal, Faisal Basri, Andre Kalangi, Aco. Nama terakhir kabarnya juga berasal dari Kabupaten Maros.

Rekan-rekan seprofesi Pallung di Maros berharap sejawat mereka bisa segera dibawa untuk mendapatkan perawatan. (ast) 

Penulis : | Editor :

Related posts