Umma Kirim Mahasiswa ke Desa, Ajarkan Matematika dan Bahasa Inggris

Rektor Umma mengantar mahasiswa memulai program Bina Desa, Rabu, 24 Maret 2021. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Beberapa mahasiswa Universitas Muslim Maros (Umma) dikirim ke Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Mereka akan menjalankan tugas pengabdian. Mengajar pada sekolah dasar (SD) di desa tersebut.

Mengapa Majannang? Sebab desa itu sudah menjalin kerja sama dengan Umma. Nama programnya Bina Desa. Mahasiswa mendirikan rumah belajar dan membagi ilmu untuk dua mata pelajaran. Matematika dan bahasa Inggris.

Read More

Rektor Umma, Prof Nurul Ilmi Idrus mengatakan, program ini merupakan bentuk implementasi salah satu tri darma perguruan tinggi.

“Kurang lebih setahun mahasiswa kami akan melakukan proses belajar mengajar (PBM) di sini,” katanya, Rabu, 24 Maret 2021.

Ilmi bilang, hasil asesmen pihak kampus serta diskusi dengan pemerintah desa, ternyata ada satu mata pelajaran yang minim diajarkan di sana, yakni bahasa Inggris.

Wakil Rektor I Umma, Dr Muhammad Nur Jaya menuturkan, selama pelaksanaan pihaknya akan kembali melakukan asesmen. Untuk melihat kemungkinan kelanjutan dan juga pengembangan ke depan.

“Dalam sepekan dua kali pertemuan. Setiap Rabu untuk mata pelajaran matematika dan Kamis ada bahasa Inggris,” bebernya.

Pihaknya akan mengupayakan pengembangan pembelajaran ke siswa SMP dan SMA.

Nurjaya menjelaskan pihaknya juga akan menyusun modul sebagai bekal kelompok sasaran. Ada juga yang terkait pembangunan desa.

“Selain modul belajar siswa ketika pulang ke rumah, kami menyiapkan modul yang berkaitan dengan pembangunan desa. Salah satunya ialah bagaimana perbaikan kualitas lingkungan sebagai salah satu visi Umma,” jelasnya.

Kepala Desa Majannang, Junaedi menyambut baik kerja sama ini. Ia berharap ini bisa mendongkrak kualitas pengetahuan siswa di desanya.

“Rumah belajar kita tempatkan di posyandu. Karena masih pandemi, untuk saat ini peserta kita sepakat dibatasi sebanyak 15 orang mulai kelas 4 sampai kelas 6,” ujarnya.

Ia juga ingin program ini bisa menjadi contoh bagi desa lain. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts