Antrean Panjang di SPBU, Pertamina Bantah Kurangi Kuota BBM Maros

Antrean kendaraan di SPBU Ballu-ballu, Kabupaten Maros, Kamis, 25 Maret 2021. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Sampai hari ini, Kamis, 25 Maret 2021, antrean panjang masih jadi pemandangan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Maros.

Di SPBU Bulu-bulu, SPBU Batangase, SPBU Ballu-ballu, hingga SPBU Butta Toa masih sangat padat oleh kendaraan yang menunggu diisi. Sudah beberapa hari bahkan pekan, kondisinya seperti itu.

Read More

Solar termasuk bahan bakar minyak (BBM) yang relatif langka. Bensin jenis premium juga.

“Sudah dua pekan mungkin seperti ini,” kata seorang petugas di SPBU Ballu-ballu, Kamis siang.

Dia mencontohkan, kemarin ada stok 16 ton solar. Namun sejak stok masuk pukul 15.00 Wita, langsung ludes sebelum pukul 21.00 Wita. Saking banyaknya truk yang menanti.

Di SPBU Butta Toa bahkan ada pengemudi truk yang menginap gara-gara kehabisan solar.

“Sudah tidak bisa tiba di SPBU berikutnya kalau tidak diisi di sini. Terpaksa bermalam,” beber Fajar, sopir truk yang hendak melakukan perjalanan ke Kabupaten Wajo.

Namun pihak PT Pertamina MOR VII membantah ada kelangkaan.

Senior Supervisor Communication dan Relations Pertamina MOR VII, Taufiq Kurniawan, menyebut kuota BBM untuk Maros tak berubah.

“Tidak. Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa sama sekali tidak ada pengurangan,” ucapnya.

Taufiq bilang, pengurangan jatah BBM bersubsidi hanya berlaku di wilayah Kota Makassar. Menyusut 36 persen dari sebelumnya.

“Perubahan ini didasari karena Kota Makassar satu-satunya kota dengan penggunaan BBM yang tidak ramah lingkungan cukup tinggi. Pemberlakuan itu juga merupakan kebijakan dari gubernur Sulsel sebelumnya,” bebernya.

Solar dan premium diklaim tidak cukup ramah lingkungan karena kadar oktan rendah sehingga emisinya tinggi.

Di tingkat pusat sudah muncul wacana penghapusan premium dan bahkan pertalite yang sudah lebih tinggi kadar oktannya. Wacana tersebut telah jadi bahasan di DPR RI. (suf)

Penulis : | Editor :

Related posts