Penataan Kota Kumuh di Maros Dapat Anggaran Rp4,2 M

Penyerahan penghargaan program Kotaku kepada Pemkab Maros. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Kabupaten Maros harus bisa terus mengurangi kawasan kumuhnya tahun ini. Sebab, anggaran untuk program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bertambah.

Jika pada 2020 Maros mendapat kucuran Rp1 miliar, tahun ini kata Team Leader Kotaku Oversight Service Provide (OSP) 9 Provinsi Sulsel, Kalla Manta, menjadi Rp4,2 miliar.

Read More

“Anggarannya meningkat menyusul meningkatnya kawasan kumuh yang diintervensi oleh Pemkab Maros. Artinya Pemkab Maros mendukung penuh program KotaKu ini,” ujar Kalla, Rabu, 31 Maret 2021.

Pihaknya juga menobatkan Kabupaten Maros sebagai kota terbaik I dalam pengelolaan kota kumuh 2020.

Kotaku merupakan salah satu program padat karya tunai (PKT) melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Bersinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok masyarakat. Misinya melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan.

Tahun lalu, Kementerian PUPR melaksanakan program ini di 364 kelurahan seluruh Indonesia. Total anggaran Rp382 miliar.

Tahun ini ada tujuh kelurahan pada dua kecamatan di Kabupaten Maros yang dikucuri anggaran Kotaku. Masing masing Boribellayya, Raya, Turikale, Taroada, Alliritengngae, hingga Pettuadae di Kecamatan Turikale dan Allepolea di Kecamatan Lau.

Boribellayya, Raya, Turikale, dan Taroada masing-masing Rp300 juta. Sedangkan Alliritengae, Pettuadae, dan Allepolea masing-masing Rp1 miliar untuk program Kotaku Reguler.

Bupati Maros, Chaidir Syam saat menerima audiensi pengurus Kotaku mengatakan, pihaknya akan terus mendukung program ini di Maros.

“Kita berharap program Kotaku terus berlangsung hingga kawasan kumuh di Maros tidak ada lagi,” tutur Chaidir.

Untuk 2021, total area program Kotaku di Maros seluas 105,60 hektare. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts