NEWS  

Sudah Bisa Tes GeNose di Bandara Sultan Hasanuddin, Lebih Murah dari Rapid Antigen

Salah seorang calon penumpang pesawat menjalani tes GeNose. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Layanan pemeriksaan GeNose C19 kini hadir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros. Tempatnya di area kedatangan, tepatnya di sebelah Hotel Ibis Bandara.

GeNose C19 merupakan salah satu alat deteksi Covid-19 yang bisa digunakan sebagai syarat untuk melakukan perjalanan di Indonesia, sesuai dengan surat edaran Kementerian Perhubungan. Alat mendeteksi kondisi tubuh seseorang dari embusan nafasnya.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Makassar, Wahyudi mengatakan layanan baru ini melayani penumpang setiap hari, pukul 06.00-11.00 WITA. Tarifnya Rp40.000 ribu per penumpang.

Tarif tersebut relatif lebih murah dibanding rapid test antibodi, rapid antigen, maupun swab PCR. Rapid test yang cenderung sudah tidak berlaku di beberapa tempat di kisaran Rp80 ribu-Rp100.000. Rapid antigen Rp200 ribu hingga Rp350.000. Tes PCR Rp800.000 sampai Rp900.000.

“Pemeriksaan ini cuma berlaku bagi penumpang yang memiliki tiket pesawat,” kata Wahyudi, Jumat, 16 April 2021.

Ada 10 alat yang disiapkan. Alat itu dapat melakukan pemeriksaan sebanyak 10-12 kantung udara yang berisi embusan napas.

“Dengan jumlah alat yang tersedia, maka dapat melayani sekitar 1.700 kantong udara. Penumpang diimbau untuk datang 4 jam sebelum jadwal keberangkatan,” ujarnya.

Kapasitas pemeriksaan GeNose tersebut jauh di bawah rata-rata 7.000 penumpang di bandara tersebut. Wahyudi bilang, hanya mampu melayani 20 persen. Dia pun mengimbau penumpang memprioritaskan rapid antigen atau swab PCR.

“Selain karena belum bisa mencakup semuanya. Hal ini juga dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan dan antrean panjang saat pemeriksaan GeNose C19,” tandasnya.

Untuk mempermudah pendaftaran, penumpang dapat mendaftarkan diri pada tautan www.rapid.supports.com atau unduh aplikasi farmalab pada Playstore untuk android. (suf)