Polres Maros Siap Limpahkan Kasus Dugaan Mafia Tanah di Tanralili

Hamparan tanah di sebuah wilayah. Dugaan mafia tanah terindikasi juga di Maros. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Program pemberantasan mafia tanah yang jadi perhatian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggaung hingga Kabupaten Maros.

Senin, 26 April 2021, penyidik tanah dan bangunan (Tahbang) Polres Maros mengagendakan pelimpahan tahap kedua tersangka dan barang bukti perkara dugaan mafia tanah di Tanralili ke Kejaksaan Negeri Maros. Namun, tertunda karena tersangka mengaku sakit dan penasihat hukumnya sedang di luar kota.

Read More

Kanit Tahbang Polres Maros, Ipda Wawan Hartawan menuturkan, pada dasarnya perkara sudah P21. Hasil penyidikan telah lengkap. Tersangka adalah MB, seorang lelaki, warga Maros.

“Penasihat hukum tersangka memohon pelimpahan dilakukan pekan depan,” ujar Wawan, Senin siang.

Wawan menjelaskan, perkara berawal dari laporan warga bernama Siti Suheriah. Tanah yang telah dijualnya kepada seseorang dengan dokumen PBB-P2 tiba-tiba diklaim oleh MB.

MB memegang fotokopi sertifikat. Namun menurut Wawan, setelah dilakukan uji lab dan pengambilan keterangan beberapa pihak, ditemukan kejanggalan. Akta jual beli (AJB) yang disodorkan MB terbukti palsu.

Proses uji di lab Inafis Polda juga membuktikan bahwa cap jempol pada dokumen tersebut bukan milik pemilik tanah. Siti Suheriah pun mengajukan laporan ke Polres Maros.

Lokasi tanah ada di Desa Kurusumange, Kecamatan Tanralili, Maros. Wawan belum bisa memastikan apakah perkara ini melibatkan mafia tanah atau tidak. Meski hasil konsultasinya dengan Satgas Mafia Tanah menjelaskan bahwa pemalsuan dokumen seperti itu bisa masuk kategori ulah mafia.

Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon menyiratkan bahwa pihaknya serius menangani perkara ini. “Sudah proses lidik,” ujarnya.

Program Kapolri 

Pemberantasan mafia tanah merupakan perintah Presiden Jokowi. Kapolri Listyo bergerak cepat. Dia bahkan menjadikannya salah satu program 100 hari menjabat.

Hingga akhir 2021, ditargetkan ada 89 kasus mafia tanah yang dituntaskan Polri bekerja sama Satgas Mafia Tanah yang terdiri atas beberapa unsur.

Di antara kasus-kasus itu, ada 37 yang masuk program 100 hari Kapolri. Sisanya menjadi program sampai akhir tahun.

Listyo pada berbagai kesempatan menuturkan bahwa begitu banyak keluhan masyarakat soal mafia tanah. Dan itu jadi perhatian presiden. Makanya dia meminta jajarannya tidak ragu melakukan penindakan. (abr) 

Penulis : | Editor :

Related posts