Mudik Dilarang Berwisata Boleh, Sandiaga: Wewenang Pemda

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno tiba di Yogyakarta, kemarin. (FOTO: IST)

YOGYAKARTA, MM – Petugas sudah bersiap mencegat para pemudik. Larangan pulang berlebaran ke kampung halaman tegas diterapkan. Namun untuk urusan berwisata, relatif masih longgar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, belum memastikan pembukaan destinasi wisata selama periode larangan mudik. Dia malah menyerahkan kepada masing-masing pemerintah daerah.

Read More

“Dibuka atau tidak adalah wewenang pemerintah daerah. Sesuai dengan angka Covid-19 daerah masing-masing. Itu yang menjadi keputusan kami,” kata Sandiaga saat meninjau vaksinasi para pelaku pariwisata di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Senin, 26 April 2021.

Mantan calon wakil presiden pada Pemilu 2019 itu menyebut bahwa Kemenparekraf telah memberikan sejumlah panduan untuk diterapkan oleh objek wisata di daerah. Jika destinasi wisata diputuskan dibuka, maka harus dipastikan memenuhi protokol kesehatan yang berbasis pada CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Pemerintah Kabupaten Maros pun bersiap perketat pembatasan kegiatan keluar daerah dan mudik. Penyekatan di setiap batas Kabupaten Maros akan dilakukan mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Dinas Perhubungan Kabupaten Maros bakal mendirikan posko. Titik yang disasar antara lain perbatasan Maros-Pangkep dan Maros-Bone.

“Ini bagian dari edaran Bupati Maros. Pak Bupati ingin semua yang lalu lalang diperiksa,” ujar M Ferdiansyah, Plt Kepala Dishub Maros.

Ferdi mengaku telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, Satpol PP, dan Polres Maros.

“Tim gabungan nanti akan melakukan pengetatan mobilitas. Yang melintasi harus memiliki suket rapid test antigen, swab PCR, atau GeNose,” bebernya.

Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon, menegaskan pihaknya akan melakukan tindakan kepolisian kepada warga yang memaksakan diri untuk mudik. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts