Mangkir Lagi, Tersangka Pemalsuan Sertifikat Tanah di Tanralili Dijemput Besok

Mapolres Maros. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Pengungkapan dugaan kasus pemalsuan sertifikat tanah di Kabupaten Maros bakal memasuki babak baru. Pelimpahan berkas dari penyidik Polres Maros ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros akan dilakukan Selasa, 4 Mei 2021.

Pelimpahan tahap kedua tersebut sebenarnya dijadwalkan hari ini. Tetapi tersangka MD (bukan MB) lagi-lagi menyampaikan kondisinya sedang sakit. Dia melalui penasihat hukumnya, kata Kanit Tahbang Polres Maros, Ipda Wawan Hartawan, meminta prosesi dilakukan Kamis mendatang.

Read More

“Tetapi insyaallah akan kami lakukan pelimpahan besok (Selasa),” ujar Wawan, Senin, 3 Mei 2021. Pihaknya akan melakukan penjemputan kepada tersangka MD untuk selanjutnya dilakukan pelimpahan.

Senin pekan lalu MD juga tidak menghadiri panggilan pelimpahan kasus. Dia menulis surat untuk menjelaskan kondisinya sedang sakit. Tetapi tak menyertakan surat da

Perkara dugaan pemalsuan tersebut objek tanahnya berada di Desa Kurusumange, Tanralili. Perkara sudah P21 sejak beberpaa pekan lalu. Hasil penyidikan telah lengkap.

Tersangka adalah MD, seorang lelaki, warga Maros. Perkara berawal dari laporan warga bernama Siti Suheriah. Tanah yang telah dijualnya kepada seseorang dengan dokumen PBB-P2 tiba-tiba diklaim oleh MD.

MD memegang fotokopi sertifikat. Namun menurut Wawan, setelah dilakukan uji lab dan pengambilan keterangan beberapa pihak, ditemukan kejanggalan. Akta jual beli (AJB) yang disodorkan MD terbukti palsu.

Proses uji di lab Inafis Polda juga membuktikan bahwa cap jempol pada dokumen tersebut bukan milik pemilik tanah. Siti Suheriah pun mengajukan laporan ke Polres Maros.

Pemberantasan mafia tanah jadi salah satu fokus Polri tahun ini. Apalagi, Kapolri Listyo menjadikannya salah satu program 100 hari menjabat. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts