MAROS, MM – Umat Muslim pada daerah bertetangga, Kota Makassar dan Kabupaten Maros, bakal menjalani Salat Idulfitri dengan konsep berbeda. Wali Kota Muhammad Ramdhan “Danny” Pomanto membolehkan salat Id di lapangan maupun jalanan besar. Bupati Chaidir Syam mengimbau salatnya di masjid-masjid.
Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan berbagai elemen di wilayah masing-masing, Jumat, 7 Mei 2021.

Ada tiga konsep yang diberikan Danny untuk jadi opsi RT/RW. Sisa disesuaikan kondisi. Alternatif pertama adalah ruang terbuka, mungkin lapangan maupun jalanan yang ruas jalannya besar.
Kedua, membuka ruang terbuka dan membuka masjid setempat. “Ini biasanya pada RW-RT yang penduduknya besar sekali. Kita konsentrasikan di masjid, kemudian dengan backup ruang terbuka di sekitar masjid, baik itu jalanan maupun lapangan masjid,” ujarnya.
Tetapi khusus pelaksanaan di Lapangan Karebosi, kali ini tak diizinkan. Alasannya bisa terjadi penumpukan jemaah sebab itu adalah lokasi favorit.
Sedangkan menurut Chaidir, sesuai imbauan Menteri Agama, Salat Idulfitri boleh dilaksanakan di masjid-masjid pada wilayah dengan kategori hijau dan kuning.
Namun pria 44 tahun itu mengimbau agar masjid yang menggelar Salat Idulfitri membuka ruang seluas-luasnya. Meski begitu, tetap tidak dianjurkan salat Id di lapangan. Termasuk di Lapangan Pallantikang milik Pemkab.
“Dengan bismillah, kita meniadakan pelaksanaan Salat Idulfitri di lapangan. Kita di masjid saja. Jadi bagi warga, diharapkan untuk salat di masjid terdekat dari rumah,” tutur Chaidir.
Ketua MUI Maros, KH Syamsul Khalik menambahkan bahwa jarak jemaah salat cukup dengan batas masing-masing sajadah.
“Waktu pelaksanaan salat dan khotbah pun maksimal 20 menit,” kata Syamsul.
Sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengimbau Salat Id digelar di masjid-masjid terdekat dari rumah masing-masing warga. Boleh di pekarangan masjid, tetapi tidak di lapangan. (abr)







