NEWS  

AGH Sanusi Baco Dimakamkan di Belakang Rumah Peristirahatannya Semasa Hidup

Salat jenazah AGH Sanusi Baco digelar di Masjid Raya, Makassar, Minggu, 16 Mei 2021. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Nyaris tidak ada yang meragukan sumbangsih AGH Sanusi Baco untuk umat dan bangsa semasa hidupnya. Maka lihat saja prosesi pemakamannya, Minggu, 15 Mei 2021. Ribuan orang mengantar.

Di masa pandemi, kerumunan seperti itu tak semestinya terjadi. Namun siapa yang bisa membendung kecintaan orang-orang kepada sang ulama. Para pelayat dan pengiring jenazah menunjukkan kecintaan itu, berebutan menyentuh jenazah AGH Sanusi Baco, sambil berupaya melakukan penerapan protokol kesehatan.

Jenazah Anregurutta, sapaan akrab AGH Sanusi Baco, disalatkan di Masjid Raya, Makassar sebelum dibawa ke pemakaman Talawe, Bontoa, Kabupaten Maros.

Talawe adalah tanah kelahiran Anregurutta 84 tahun lalu. Pada kompleks pekuburan di salah satu sudut kampung itu juga bersemayam jasad ibu dan keluarga besarnya.

Pemakaman AGH Sanusi Baco di Talawe, Maros. (FOTO: IST)

Mardiah Said Baco, kemenakan AGH Sanusi Baco, menuturkan, makam Anregurutta berada tepat di belakang rumah peristirahatan yang didirikan sang paman. Di rumah itu Anregurutta kerap menggelar pertemuan dan pengajian.

Rumah peristirahatan Anregurutta sangat dekat dengan rumah peristirahatan terakhirnya.

Ramai Pelayat

Pemakaman ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel itu dihadiri santri-santrinya dari Ponpes Nahdlatul Ulum, Soreang, warga Nahdlatul Ulama, masyarakat umum, hingga parah pejabat.

Bupati Maros, Chaidir Syam menyebut Anregurutta sebagai seorang guru, ulama yang terus membimbing umat, mengajarkan hidup yang taat namun penuh toleransi.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, tersedu-sedu saat memberi kata sambutan sebelum salat jenazah di Masjid Raya, Makassar.

“Kita sangat kehilangan tokoh yang menjadi rujukan, bahkan menjadi rujukan bagi kami di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Sudirman.

Anggota DPRD Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB yang memberi kata sambutan di pemakaman menyebut bahwa Anregurutta tak akan tergantikan. Namun semua harus berusaha mengikuti jejaknya.

“Kita harus melanjutkan perjuangan dan dakwah beliau,” kata politikus Partai Amanat Nasional yang juga putra Maros itu.

Meninggal di RS

Anregurutta meninggal pada usia 84 tahun, Sabtu malam, 15 Mei 2021. Ketua Rais Syuriah PWNU Sulsel itu mengembuskan napas terakhir di RS Primaya (eks RS Awal Bros), Makassar.

AGH Sanusi Baco. (FOTO: IST)

Anregurutta lahir di Maros, 4 April 1937. Dia adalah putra kedua dari enam bersaudara.

Anregurutta pada masa kecil dikirim menuntut ilmu di Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Setelah lulus aliyah hijrah ke Makassar dan lulus sebagai sarjana muda Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Anregurutta kemudian mendapat beasiswa Departemen Agama untuk kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Dalam perjalanan menggunakan kapal laut ke Kairo, dia untuk pertama kalinya bertemu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Anregurutta sepulang ke tanah air mengabdi di Nahdlatul Ulama.

Anregurutta selama ini bermukim di Makassar. Namun setiap akhir pekan dia punya jadwal rutin ke Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Soreang, Maros, yang didirikan dan dibinanya langsung.

Kini sang kiai telah pergi. Meninggalkan begitu banyak jejak kebaikan. Husnulkhatimah, Anregurutta. (abr)