MAROS, MM – Bupati Maros, Chaidir Syam mengaku kagum pada konsep Sekolah Putri Darul Istiqamah (Spidi). Makanya dia menyarankan sekolah-sekolah yang ingin melakukan studi banding, untuk datang ke sana.
“Saya menganggap, Spidi bukan hanya milik Maros, tapi sudah menjadi milik Sulawesi Selatan,” ucapnya saat menghadiri wisuda akbar Spidi dan Sekolah Alam Darul Istiqamah (Sadiq) di Claro Hotel & Convention, Makassar, Minggu, 13 Juni 2021.
Mantan ketua DPRD Maros itu menilai, kurikulum dan segala pembelajaran di Spidi menghasilkan generasi yang tak hanya smart atau cerdas, namun juga saleha.
Spidi menamatkan 122 siswi, yang terdiri atas 73 siswi SMP-IT dan 44 siswi SMA-IT. Acara dirangkaikan dengan penyematan gelar 27 hafizah yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz, serta dua siswa dari Sadiq.
Direktur Eksekutif Spidi dan Sadiq, Mukhlisah Arif mengungkapkan terima kasih kepada orang tua para siswi yang telah berkolaborasi dengan baik dengan para civitas.
“Tidak ada batasan kontrak dalam mendidik anak-anak kita, sampai mereka siap berkhidmat untuk umat,” tambahnya.
Wisuda akbar ini juga dihadiri Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, Dewan Pembina Spidi dan Sadiq, Muzayyin Arif, serta secara virtual oleh Imam Besar New York, Shamsi Ali.
Direktur Pendidikan Spidi dan Sadiq, Riza Sativani Hayati menjamin pelaksanaan wisuda telah mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
“Kami bekerja sama dengan Satgas Covid-19,” bebernya.

Di sela acara ada penyerahan cendera mata dari Dewan Pembina Spidi dan Sadiq ke Bupati Maros. (abr)







