NEWS  

Angka Covid-19 di Maros Naik Drastis Selama PPKM

Satu-satunya pasien Covid-19 di Maros yang tersisa pekan lalu, dinyatakan sembuh. (FOTO: ILUSTRASI)

MAROS, MM – Angka positif Covid-19 di Kabupaten Maros meninggi. Dari 8 Juli hingga 25 Juli 2021 warga terkonfirmasi terpapar corona naik tajam dari 52 menjadi 358 orang.

Itu periode yang sama dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Maros, 8-20 Juli kemudian diperpanjang hingga 25 Juli.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Muhammad Yunus berpendapat, kenaikan kasus Covid 19 di Maros disebabkan karena masyarakat kurang disiplin protokol kesehatan

“Memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, mencegah kerumunan, dan mencegah mobilisasi mulai longgar,” ucapnya.

Sepanjang hari kemarin, Minggu, 25 Juli 2021, ada pertambahan 20 kasus aktif. Untungnya diimbangi dengan kesembuhan 14 orang. Kemarin juga ada satu warga positif Covid-19 yang meninggal di RSUD dr Palaloi.

Data Covid-19 di Kabupaten Maros per Minggu, 25 Juli 2021.

Padahal selama PPKM, tempat-tempat ibadah di perketat untuk jaga jaraknya. Kapasitas di warung makan juga paling maksimal 50 persen. Jam operasional warkop, rumah makan, dan sejenisnya hanya boleh sampai pukul 21:00 Wita.

Kapasitas hajatan kemasyarakatan jumlah orang yang boleh mengisi ruang acara paling banyak 30 persen dari kapasitas. Selain itu, tidak boleh ada hidangan makanan di tempat.

Sekda Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin mengatakan, dengan meningkatnya covid di Maros semuanya harus dipersiapkan. Mulai dari obat obatan, APD, BMHP, plus tabung tabung oksigen

“Kita harus pastikan bahwa semua itu terisi,” tuturnya. (ast)