MAROS, MM – Angka kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Maros meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah kasus Covid-19 setiap harinya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros mengungkapkan, sepanjang Juli lalu ada 19 kematian. Tertinggi selama pandemi.
“Tanggal 1-5 Agustus ada lima orang” ujar mantan Kepala Puskesmas Bantimurung itu, Jumat 6 Agustus 2021.
Tren kematian akibat Covid-19 di Maros satu bulan terakhir memang begitu meningkat. Sebab total kasus kematian sejak Maret 2020 ada 53. Persentase Juli hingga awal Agustus ini lebih dari 40 persen.
Yunus membeberkan, kasus kematian karena Covid-19 di Maros tak hanya warga berusia lanjut. “Semua usia,” ucapnya
Data per Kamis, 5 Agustus 2021, angka positif Covid-19 di Kabupaten Maros makin meninggi. Warga terkonfirmasi terpapar corona sudah mencapai 653 orang.
Yunus mengingatkan masyarakat untuk tidak melonggarkan protokol kesehatan. Dia berpendapat kenaikan kasus Covid-19 di Maros disebabkan masyarakat kurang disiplin.
Sementara itu Bupati Maros, Chaidir Syam sudah meminta seluruh aparatur maupun warga desa dan kelurahan tidak lagi menolak pemakaman jenazah korban Covid-19.
“Tak boleh lagi ada yang dikatakan persetujuan warga. Pokoknya semuanya harus diterima, yang dipantau itu adalah pelaksanaan perkuburannya harus dengan prokes,” ucapnya saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Aula Kantor Camat Mandai, Selasa, 3 Agustus 2021. (ast)







