NEWS  

Minat dan Bakat Siswa Berbeda, Spidi Siap Kurikulum Merdeka

Pameran produk buatan siswi Spidi, beberapa waktu lalu. (FOTO: DOK)

MAROS, MM – Sekolah Putri Darul Istiqamah (Spidi) tidak masalah dengan kurikulum merdeka yang saat ini gencar dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Sebab, kata Direktur Pendidikan Sidi, Riza Sativani Hayati, sistem yang saat ini diterapkan di sekolah tersebut sudah sangat mendukung.

“Anak anak Spidi difokuskan untuk mengembangkan karakter dan kompetensinya masing-masing. Kurikulum, mata pelajaran, dan lain sebagainya diatur mengikuti minat dan bakat masing-masing,” ucapnya, Jumat, 11 Maret 2022.

Kurikulum merdeka kurang lebih seperti itu. Kerangka kurikulum fleksibel. Fokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi masing-masing peserta didik.

“Senada dengan kurikulum merdeka, kami sejak 2017 telah menekankan pada pembelajaran yang berbasis proyek, baik itu dalam bentuk proyek digital, proyek sains, seni, dan lainnya,” lanjut Riza yang juga merupakan pendidik bersertifikat Google.

Spidi juga rutin melaksanakan pameran hasil proyek siswi. Digelar setiap tiga bulan yang dirangkaikan dengan penerimaan laporan hasil belajar para siswi.

“Bahkan sejak 2019 lalu kami telah menerapkan sistem satuan kredit semester dengan 4 jurusan; Tahfidz, Tarbiyah, Saintek, Bahasa, IPA dan IPS,” ungkapnya.

Spidi pun memberi ruang dan fleksibilitas bagi guru, seperti yang selalu dipesankan Menteri Nadiem Makarim. Misalnya membuat pengelompokan kemampuan peserta didik serta melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Di luar itu, Spidi memiliki 40 kegiatan ekstrakurikuler. Makanya dengan dukungan sistem yang ada, Kepala Spidi, Irmayanti Arifuddin, mengatakan bahwa unit sekolah SMA IT dan SMP IT SPIDI siap untuk menerapkan kurikulum merdeka.

“Insyaallah target kami pada tahun ajaran baru nanti, Spidi sudah benar-benar full menerapkan kurikulum merdeka,” kuncinya. (fik)