NEWS  

“Apa Boleh Buat, Harga Gorengan Kami Naikkan”

Penjual gorengan tetap beraktivitas meski modal usaha membengkak. (FOTO: ASTY UTAMI/MM)

MAROS, MM – Irmawati termasuk warga yang selalu membutuhkan minyak goreng. Setiap hari ia bisa menghabiskan 40 liter. Bayangkan “deritanya” kini.

Minyak ia gunakan untuk mematangkan aneka gorengan jualannya. Sejak harga minyak mahal, sulit pula didapat, Irmawati galau.

“Mau bagaimana lagi. Biar mahal harus tetap dibeli. Harga gorengan terpaksa dinaikan,” ucapnya, Selasa, 15 Maret 2022.

Jika sebelumnya harga gorengannya seribu rupiah per biji, sekarang lima ribu rupiah untuk empat biji. Irmawati menjual tahu isi, tempe krispi, dan sebagainya.

Makmur, penjual ayam goreng di kawasan kuliner PTB Maros, mengalami penurunan keuntungan. Bahkan, seperti penuturannya, terancam gulung tikar.

Penjual ayam goreng juga terimbas mahalnya harga minyak goreng. (FOTO: ASTY UTAMI/MM)

“Harga makanan kami masih tetap. Supaya pelanggan tidak ke mana-mana,” tuturya.

Ia mengungkap harus mengeluarkan uang Rp65 ribu untuk setiap 2 liter minyak goreng. Sebelumnya hanya Rp30 ribu.

Dan bukan hanya minyak goreng. Beberapa bahan makanan juga melonjak harganya. Mereka menaruh harapan pemerintah bergerak cepat menstabilkan harga, apalagi menjelang bulan suci Ramadan. (ast)