NEWS  

Akhirnya Bisa Jualan Lagi, Pedagang Perlengkapan Haji: Belum Normal tetapi Disyukuri

Pedagang perlengkapan haji di pelataran Masjid Al Markaz Al Islami, Maros, Senin, 30 Mei 2022. (FOTO: ASTY UTAMI/MM)

MAROS, MM – Setelah dua tahun tanpa pemberangkatan haji, Muhammad Jabir kembali “tersenyum”. Itu karena pada musim 1443 Hijriah, Indonesia diizinkan kembali mengirim jemaah. Jabir yang pedagang musiman pernak-pernik haji pun bisa jualan lagi.

Senin, 30 Mei 2022, Jabir mengatur barang-barang dagangannya di pelataran Masjid Al Markaz Al Islami, Maros.

Dia mengaku omzetnya lumayan. “Meski tidak seramai dua tahun sebelumnya. Tapi saya tetap bersyukur, masih ada orang-orang (konsumen) dan sudah mulai beli,” katanya.

Omzenya saat situasi masih normal Rp1-2 juta setiap acara manasik. “Sekarang, masih di kisaran Rp400 Ribu,” imbuhnya.

Jabir berjualan perlengkapan haji tak jauh dari aula masjid, tempat Kementerian Agama Maros menggelar manasik haji tingkat kabupaten.

Ia mengaku punya rombongan yang selalu berjualan pada acara-acara manasik haji, seperti sudah mempunyai komunitas sendiri, setiap tahun keliling dan saat mendapat info langsung berangkat.

“Kami jualannya berpindah-pindah. Kemarin kami jualan di Gowa dan Takalar. Di mana ada jemaah calon haji yang manasik kita jualan di sana. Kita dapat info jadwal manasik haji dari asrama haji,” ujarnya.

Dia mengaku gusar, sebab usahanya sempat macet total akibat larangan haji dan umrah pada 2020 lalu. Jabir takut hal tersebut terulang. Karena saat puncak pandemi, ia hanya bisa membantu istrinya berjualan kue di rumah.

Barang yang dia tawarkan meliputi gamis, celana, kaus kaki, topi, dan lain-lain. Hari ini yang paling banyak dicari adalah gamis.

“Harga beragam. Mulai dari Rp 5.000 sampai ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan bahan yang digunakan,” katanya.

Hal yang sama juga dirasakan Muflidah, pedagang lainnya. Ia mengaku penjualannya sudah sedikit membaik.

“Bisa dikatakan omzet turun sampai 80 persen. Sekarang paling yang beli paling tinggi Rp500.000, ya buat makan saja,” ujarnya.

Ia berharap pandemi segera berlalu dan semua bisa kembali normal. “Karena jika ada larangan haji dan umrah kami sama sekali tidak ada pemasukan,” tutupnya. (ast)