NEWS  

Kuota Pekerja Stasiun KA 151 Orang, Pendaftar Sudah 3.000

Pertemuan perwakilan warga Kelurahan Pallantikang dengan Kepala BPKA Sulsel, Andi Amanna Gappa, Selasa, 28 Juni 2022. (FOTO: ASTY UTAMI/MATAMAROS)

MATAMAROS.COM – Animo masyarakat Maros menjadi bagian dari Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel, khususnya di stasiun-stasiun, relatif besar. Pendaftar sudah mencapai 3.000 orang.

Kontrasnya, kuota yang tersedia hanya 151 orang. Kepala BPKA Sulsel, Andi Amanna Gappa menuturkan, seleksi dan pembekalan akan dilakukan sebab para pekerja ini bertugas di lini pelayanan.

“SDM yang direkrut nantinya akan ditempatkan di 10 stasiun mulai dari Maros sampai Barru,“ bebernya saat menerima pengunjuk rasa dari Kelurahan Pallantikang di kantor BPKA Sulsel, Selasa, 29 Juni 2022.

Ratusan warga datang. Perwakilannya diterima untuk dialog. Mereka merupakan masyarakat yang merasa terdampak oleh adanya pembangunan rel kereta api di Maros.

Tuntutannya, mereka diprioritaskan untuk diterima bekerja di BPKA Sulsel. “Kami tidak ingin jadi penonton di daerah kami sendiri, apalagi hanya mengisap debu akibat pembangunan rel kereta api,” kata Dandi Samalewa, mewakili pengunjuk rasa.

Amanna Gappa menuturkan bakal mempertimbangkan tuntutan tersebu.
“Pertimbangan itu tidak hanya berlaku bagi masyarakat Pallantikang saja, namun juga bagi warga yang bermukim di desa dan kelurahan lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, yang memenuhi persyaratan akan menjadi pertimbangan.
“Kan ada istilahnya proporsional. Kan di Maros ini ada beberapa desa (yang terlewati rel kereta api). Tentu jadi pertimbangan kami,” ujarnya.

Kuota pekerja 151 orang untuk posisi pelayanan pelanggan (customer service), bagian tiket (ticketing), dan pelayanan kebersihan (cleaning service).

Namun untuk tahap kedua nanti, beber Amanna Gappa, ada 200 orang pekerja yang dibutuhkan untuk kegiatan operasi kereta api di Sulsel. (ast)