NEWS  

Warga Maros: Percuma Ada BLT Kalau Harga BBM Naik

Baharuddin salah satu warga yang mengatakan lebih baik tidak mendapat BLT BBM, asalkan harga BBM tidak naik. (FOTO: ASTY UTAMI/MATAMAROS)

MATAMAROS.COM — Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Ada kompensasi bantuan langsung tunai (BLT) BBM sebesar Rp600.000 untuk keluarga miskin. Hitungannya Rp150 ribu per bulan selama empat bulan.

Salah satu warga Maros, Baharuddin mengatakan lebih baik tidak mendapat BLT BBM, asalkan harga BBM tidak naik.

“Karena kalau BBM yang naik akan berdampak terhadap kenaikan bahan-bahan pokok dan itu akan semakin menyusahkan,” ujarnya, Senin, 5 September 2022.

Dia juga menyoroti terkait siapa yang berhak menerima BLT BBM. Berkaca dari pengalaman penyaluran bantuan dari pemerintah selama ini menurutnya ada yang tidak tepat sasaran.

“BLT itu tidak pernah tepat sasaran, saya saja tidak pernah dapat,” ungkapnya.

Senada dengan Baharuddin, Nurul, warga Maros lainnya, juga lebih memilih harga BBM tidak naik dibandingkan dengan bantuan.

“Banyuan pemerintah sifatnya hanya sesaat dan akan habis dalam sekejap. Kenaikan harga BBM membuat saya harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pertalite tiap hari untuk bekerja,” ungkapnya.

Nurul menilai BLT BBM Rp600.000 tidak sebanding dengan kenaikan harga BBM yang sangat tinggi.

“Jika BBM yang naik, semua barang barang otomatis akan naik,” terangnya. Ia mengaku takut gajinya akan habis untuk ongkos transportasi. (ast)