MATAMAROS.COM — Antrean panjang untuk mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) di Kecamatan Simbang, Maros, Sabtu, 3 Desember 2022, membuat seorang warga lanjut usia (lansia) pingsan.
Dg Labbi, perempuan berusia 67 itu tumbang dan dilarikan ke Puskesmas Simbang. Dia diagnosis kelelahan dan belum sarapan.
Camat Simbang, Muhammad Aris menyebut warga tersebut datang terlalu cepat ke Kantor Desa Tanete, lokasi penyaluran BLT.
“Beliau datang pukul 08.00 Wita sedang pembagian baru dimulai pukul 09.00 Wita,” kata Aris.
Kepala Puskesmas Simbang, Rustan menuturkan, Dg Labbi dibawa ke puskesmas pukul 10.40 Wita. Dg Labbi langsung dipasangkan infus dan oksigen.

Penyaluran BLT periode ini memang cukup menyita perhatian. Antrean terjadi pada hampir semua kecamatan yang telah melakukan penyaluran. Di Kecamatan Cenrana misalnya, penyaluran baru selesai di atas pukul 22.00 malam. Beberapa orang kabarnya juga dilarikan ke puskesmas setempat. Penyaluran di Kecamatan Maros Baru baru selesai setelah pukul 21.00 Wita.
Penyaluran BLT BBM dirangkaikan dengan pembagian bansos sembako dan program keluarga harapan (PKH). Makanya warga membeludak. Padahal sebelumnya, pembagian bantuan PKH dilakukan lebih simpel dengan transfer langsung ke rekening keluarga penerima manfaat (KPM).
Pihak Kecamatan Simbang sudah coba mengantisipasi. Camat Aris menyebut pembagian BLT dilakukan di dua titik agar tidak menimbulkan kerumunan yang berlebih. Ada yang di Aula Kantor Camat Simbang dan ada di Kantor Desa Tanete. Namun tetap saja antrean panjang tak terelakkan.
Aris mengklaim pihaknya telah memerintahkan petugas PKH dan Kantor Pos Indonesia agar memberikan pelayanan khusus kepada lansia. Pelayanan dilakukan di ruang kerja camat.
Namun, Dg Labbi, satu dari 2.454 warga Simbang yang masuk daftar penerima BLT, nyatanya tetap antre di luar dan pingsan. Nurul Hidayah, warga lainnya mengaku sudah empat jam antre namun belum juga tiba giliran. (ast)







