NEWS  

Usia 74 Tahun, Peserta Tertua Gowes Merdeka Tuntaskan 78 Kilometer

Nanggong mengangkat jempol usai tiba di titik finish. (FOTO: MATAMAROS)

MATAMAROS.COM — Nanggong membuktikan bahwa usia hanya deretan angka. Warga Betang, Kecamatan Maros Baru, itu berhasil menaklukkan rute sepanjang 78 kilometer dalam usianya yang sudah 74 tahun.

Pria kelahiran 1949 itu pun menjadi peserta tertua Gowes Merdeka Ride 78, Sabtu, 26 Agustus 2023. Panitia sampai harus memberi hadiah khusus atas antusiasme Nanggong.

Di panggung, usai menerima hadiah, Nanggong berteriak “Hidup, Basto!”

Basto adalah nama klub sepeda tempatnya bergabung. Akronim dari bassi toa yang artinya besi tua. Klub itu memang dihuni orang-orang yang relatif sudah uzur namun cinta olahraga sepeda. Anggota termudanya berusia 56 tahun.

Nanggong mengatakan, dia bisa ikut dan mampu bersaing dengan peserta yang semua lebih muda darinya karena merasa masih kuat.

“Saya merasa masih bisa. Makanya bisa, alhamdulillah,” tuturnya.

Pria yang berprofesi sebagai petani rutin berolahraga sepeda dua kali sepekan. Dia mengaku menikmati momen-momen itu. Pergi ke berbagai tempat dan berkumpul bersama rekan Komunitas nya. Latihan dan bergembira itu juga jadi salah satu rahasianya tetap bugar.

“Mudah-mudahan panjang umur. Tahun depan bisa ikut lagi rute 79 kilometer,” harapnya.

Nanggong menerima hadiah khusus dari panitia. (FOTO: MATAMAROS)

Nanggong patut mendapat acungan jempol. Sebab tidak semua peserta Gowes Merdeka Ride 78 bisa menyelesaikan rute 78 kilometer. Ada yang terkendala ban bocor, sepeda rusak, dan kelelahan.

Namun sebagian besar berhasil finish. Peserta tercepat bahkan sudah berada depan Warkop Pettarani-Coto Rampa pada pukul 10.27 Wita. Berarti hanya kisaran 3 jam yang mereka butuhkan untuk melewati delapan kecamatan di Maros.

Predikat pemenang pertama diraih Anwar. Disusul Syaiful dan Hendra di urutan kedua dan ketiga. Semua dari klub yang sama; Kareba.

Menariknya, Anwar dan Syaiful “bertukar” gelar. Tahun lalu saat rutenya 78 kilometer, Syaiful yang menjadi juara, disusul Anwar.

Para pemenang mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam. Sedangkan seluruh peserta yang berhasil finish menerima medali. Ada juga doorprize dengan berbagai jenis hadiah.

Sesuai nama event-nya, ajang ini diikuti 78 pesepeda. Namun untuk mengakomodasi membeludaknya pendaftar, komunitas Wapet Seli yang menjadi panitia membuat kuota tambahan untuk slot 45 orang, sesuai tahun kemerdekaan. Itu pun belum cukup karena masih banyak yang ingin menjadi peserta.

Kegiatan ini adalah penyelenggaraan kali keempat. Jarak tempuhnya selalu berdasarkan angka HUT kemerdekaan RI. Dimulai dari 75 kilometer pada 2020, 76 kilometer pada 2021, dan 77 kilometer tahun lalu.

Tahun ini para peserta tetap start di depan Warkop Pettarani-Coto Rampa di Jalan Gladiol, Kawasan PTB, Maros, kemudian mengitari kantor bupati, lalu belok kanan menuju Barandasi, tepatnya di SMAN 3 Maros.

Dari situ, para peserta terus mengayuh pedalnya masuk ke Galaggara, keluar dari Bosowa, menuju Leang-leang. Dari tempat wisata itu, mereka akan belok ke jalan poros Maros-Bone, lalu masuk ke Sambueja. Terus ke Garangtiga lalu lanjut ke Tanralili dan Tompobulu.

Dari Tompobulu, peserta memutar ke Carangki, lalu ke Pasar Amma’rang, dan kembali ke kota menuju titik finish di depan Warkop Pettarani-Coto Rampa.

Di titik finish, panitia menyediakan menu pemulih tenaga. Makan siang Coto Rampa dan minum kopi panas Warkop Pettarani. (abr)