MATAMAROS.COM — Kemarau panjang juga membuat Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) atau Lapas Kelas II A Maros krisis air. Sebanyak 360 warga binaan di sana kesulitan untuk mandi, mencuci, memasak, dan kebutuhan lainnya.
Puncaknya pada tiga hari belakangan. Persediaan air di bak penampungan sudah di titik krusial.
Pihak lapas pun harus mencari air dari luar. “Kami suplai air empat tangki per hari. Kami mulai dari tiga hari lalu semenjak debit air sudah sangat sedikit,” ucap Sopiana, Plt Kepala LPKA Maros, Selasa, 3 Oktober 2023.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Maros ikut menyalurkan bantuan air bersih ke lapas. Hari ini ada dua tangki. Sabtu lalu juga dua tangki.
“Satu tangki isi 5 ribu liter. Jadi totalnya ada 20 ribu liter yang disalurkan ke Lapas,” kata Fadli, Kepala BPBD Maros.
BPBD merilis bahwa kekeringan sudah meluas di Maros. Jika sebelumnya hanya di kecamatan Lau, Bontoa, dan Maros Baru, kini hampir seluruh kecamatan krisis air.
Namun, khusus BPBD, penyaluran bantuan air bersih tetap difokuskan pada tiga daerah sebelumnya, karena kondisinya paling parah.
“Tidak bisa di-backup semua. BPBD sudah ada jadwalnya di desa dan kelurahan sesuai surat permintaan,” imbuhnya.
Mantan Camat Turikale itu mengarahkan pemerintah desa maupun kelurahan di luar tiga kecamatan tersebut berkoordinasi dengan badan usaha maupun organisasi yang selama ini ikut menyalurkan air. (ast)







