NEWS  

Warga hingga Legislator Soroti Sampah Berserakan di “Jalan Ronald”

Sampah yang berserakan di "Jalan Ronald", Marumpa, Kecamatan Marusu. (FOTO: ASTY UTAMI/MATAMAROS)

MATAMAROS.COM — Sampah berserakan di jalan baru yang membentang di Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Jalan tersebut oleh sebagian orang dijuluki sebagai “Jalan Ronald”, merujuk nama pengusaha yang kabarnya memiliki lahan sangat luas dan membangun jalan di Marumpa.

Pantauan MataMaros.com, sampah sudah meluas hingga ke tengah jalan. Sampah berserakan, didominasi sampah plastik rumah tangga hingga popok.

Nasrun, salah satu warga mengatakan kondisi ini sudah cukup lama. “Kami sudah cukup terganggu karena sampahnya ini menimbulkan bau yang tidak sedap,” katanya, Kamis, 9 Mei 2024.

Nasrun menduga sampah tersebut berasal dari masyarakat sekitar. “Biasanya ada warga yang buang sampah, mereka buang dalam bentuk kantongan besar,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera bertindak. “Semoga pemerintah bisa menyediakan tempat sampah atau bisa diangkutlah,” harap Nasrun.

Anggota DPRD Maros, Muhammad Yusuf “Sarro” juga menyoroti sampah yang berserakan di Marumpa.

“Sudah seminggu terakhir saya perhatikan makin banyak itu sampah di pinggir jalan dan belum ada tindakan dari pemerintah,” ucapnya.

Yusuf meminta pihak pemerintah melakukan pembersihan. “Untuk pemerintah, melalui dinas terkait, mungkin bisa diangkut itu sampah, sangat tidak enak dipandang,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah menyediakan tempat sampah atau truk sampah.
“Kalau tidak dibersihkan, pasti masyarakat akan terus membuang sampahnya,” ujarnya.

Politikus Nasdem itu juga meminta Kepala Desa Marumpa memberi perhatian dan membuat papan bicara berdasarkan perda.

Merespon hal tersebut, Kabid Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Perumahan, Kawasan Perkumiman, dan Lingkingan Hidup Kabupaten Maros, Zuyuty Yahya mengatakan, bukan wewenang Pemda untuk mengangkut sampah di wilayah tersebut. Sebab, masuk kawasan perusahaan.

Dia juga mengakui Marumpa belum memiliki armada kebersihan. “Di sana ada petugas kebersihan khusus dari kawasan perusahaan,” imbuhnya.

Tapi ia berjanji akan melakukan sosialisasi dalam waktu dekat ini.

“Kami akan konfirmasi dulu dengan Camat, mudah-mudahan pihak perusahaan juga bisa hadir,” tutur Zuyuty. (ast)