MATAMAROS.COM — Fiqih Rahmansyah, siswa SMA Negeri 1 Maros, bakal menimba ilmu dan pengalaman di negeri orang. Dia berhasil lolos seleksi program pertukaran pelajar Indonesia-Jepang mewakili kawasan timur Indonesia.
Putra asal Simbang ini telah melewati tiga tahapan seleksi Kemendikbudristek. Mulai dari seleksi berkas hingga wawancara menggunakan bahasa Inggris.
“Tahap satu berupa seleksi berkas, jadi semua biodata dan nilai-nilai semester terakhir, juga video perkenalan serta motivasi menggunakan bahasa Inggris,” tutur Fiqih, Rabu, 15 Mei 2024.
Pada seleksi kedua, ia membuat esai. “Saya membuat esai tentang kepribadian, kemampuan di bidang seni (budaya),” ucapnya.
Saat wawancara, calon peserta ditanya mengenai misi mereka. Siswa kelas 11 (kelas 2) itu ingin memperkenalkan budaya masyarakat Sulawesi Selatan.
“Saya membawa misi untuk memperkenalkan budaya Mappatabe, kemudian memperkenalkan destinasi wisata di daerah Maros dan sekitarnya,” ujarnya.
Siswa yang bercita-cita jadi dokter itu masih menunggu rilis panitia terkait program apa yang akan diikutinya. Ada tiga program, yakni Asia Youth Leader, The Sakura Science High School Program, dan Tokyo Metropolitan Board of Education.
Putra dari Syahruddin dan Kasma ini berharap dapat banyak pengetahuan yang bisa ia bagikan ke orang lain. “Juga orang-orang luar bisa lebih mengenal beberapa budaya di Sulawesi Selatan,” tutupnya. (ast)







