MATAMAROS.COM — Ustaz Muthahhir Arif, putra dari pimpinan Pesantren Darul Istiqamah, KH M Arif Marzuki, meluncurkan buku, Rabu, 5 Juni 2024.
Buku itu berjudul Kita Selalu Romantis. Buku yang berisi kisah 30 tahun pernikahannya dengan Andi Hidayah Tenriajeng. Di dalamnya berisi kisah pertemuan yang “ajaib”, kiprah Muthahhir di berbagai tempat termasuk saat memimpin manajemen Darul Istiqamah, pernikahan tiga dekade yang nyaris tanpa pertengkaran, perjalanan dakwah ke Amerika, hingga hikmah-hikmah pernikahan yang Islami.
Peluncuran buku digelar di Masjid Ummi Andi Murni Badiu di Sekolah Putri Darul Istiqamah (Spidi), Maccopa. Ini soft launching, sebab grand launching dijadwalkan digelar di Amerika Serikat.

“Ini momen istimewa buat saya, peluncuran buku jelang keberangkatan ke Amerika. Buku yang saya harapkan tak hanya menjadi catatan perjalanan cinta kami, namun juga memberi inspirasi bagi banyak orang. Khususnya dalam menjalani pernikahan,” ucap Muthahhir.
Buku tersebut ditulis oleh Imam Dzulkifli, penulis dan jurnalis, yang juga Pemimpin Redaksi MataMaros.com.
“Suatu kebanggaan bisa terlibat dalam penulisan buku ini. Buku yang amat saya rekomendasikan. Bukan hanya karena saya penulisnya, namun juga karena buku ini penuh hikmah dan ilmu. Ini juga bisa menjadi panduan bagi siapa saja yang mengidamkan keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Saya juga banyak belajar dari kisah perjalanan Ustaz Muthahhir,” tutur Dzul, sapaan akrab Imam Dzulkifli.
Usai peluncuran buku tersebut, Muthahhir dan istri serta tiga anak mereka langsung bertolak ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Selanjutnya menuju Jakarta, Istanbul, dan Texas. Peluncuran buku dirangkaikan dengan Walimatussafar atau acara pelepasan.
Sang ustaz akan melakoni tugas sebagai imam di Masjid Istiqlal, Houston, Texas, Amerika Serikat dan secara umum menjalankan misi dakwah di berbagai negara bagian.
Ini bukan kali pertama Muthahhir bertugas di Amerika. Dia sudah beberapa kali menjadi imam di beberapa masjid di berbagai kota di Negeri Paman Sam. Pada 2016, Muthahhir bahkan ikut menginisiasi pesantren pertama di Amerika bernama Nur Inka Nusantara Madani, bersama Imam Shamsi Ali, ulama asal Bulukumba yang juga imam di Islamic Center of New York.
Namun, kata Muthahhir, ini seolah-olah tugas pertamanya di Amerika. Sebab kemungkinan akan berdurasi lebih lama. Pria bergelar doktor itu juga memboyong istrinya serta tiga dari delapan buah hati mereka.
“Ini tantangan baru, lingkungan baru. Texas tentu sangat berbeda dengan Darul Istiqamah pada satu sisi. Namun pada sisi yang lain, akan sama semangat dakwah dan syiar Islam-nya,” tutur Muthahhir.
Muthahhir mengaku sudah berpesan kepada tiga putrinya yang akan ikut ke Amerika, ini bukan perjalanan wisata, melainkan perjalanan perjuangan. Perjalanan dakwah.
Walimatussafar itu dihadiri juga kedua orang tua Muthahhir; KH M Arif Marzuki dan Andi Murni Badiu. Kiai Arif saat memberi kata sambutan berterus terang bahwa dia cukup berat melepas Muthahhir ke Amerika, negeri yang sangat jauh.
“Namun karena Ustaz Muthahhir pergi untuk berjuang, berdakwah, saya dan kami semua ikhlas. Saya tak akan henti-hentinya mendoakan,” ucap Kiai Arif, terharu.
Muthahhir mengungkapkan, meski jauh dari Maccopa, dia akan berdakwah dan beraktivitas dengan tetap membawa akhlak, integritas, dan ketawaduan yang diajarkan dan dicontohkan Abah-nya. Muthahhir dan saudara-saudaranya memanggil ayah dengan sebutan abah.
“Berangkatlah dengan keyakinan bahwa pertolongan Allah begitu besar, bersama istri dan anak-anakmu. Hati-hati dan tetaplah romantis,” pesan Kiai Arif di pengujung acara. (fix)







