MATAMAROS.COM — KPU Maros sudah meluncurkan maskot Pilkada Maros 2024. Gambarnya sepasang kera yang memakai pakaian adat. Sarungnya bertuliskan “Salewangang” dan sarungnya bergambar kupu-kupu.
Maskot itu yang akan digunakan untuk sosialisasi pilkada hingga hari H, 27 November 2024. Namun, maskot itu mendapat kritikan.
Salah satu praktisi kebudayaan di Maros, Lory Hendrajaya menilai, maskot tersebut tidak menggambarkan Kabupaten Maros.
“Jika maskot ini dianggap representasi Macaca Maura sebagai kera endemik asal Maros, maka ini salah. Macaca Maura tidak memiliki ekor panjang, sebaliknya memiliki ekor yang sangat pendek, nyaris tak terlihat,” tutur Lory, Jumat, 7 Juni 2024.
Lory khawatir kera yang diambil maskot ini adalah kera yang berasal dari Myanmar, Thailand, Sumatera, atau Jawa. “Mereka menjadi maskot pilkada Maros, sementara kita punya kera endemik sendiri dan kera yang sangat Maros.
Ada nilai kearifan lokal yang harus tetap dijaga dengan bangga pada apa yang kita miliki,” imbuhnya.
Mantan direktur radio Maros FM itu juga mengingatkan bahwa maskot kera Macaca Maura sudah dijadikan maskot pada Pilkada 2020. Maskot tersebut diberi nama Si Macaca dan dinilai sangat mirip dengan kera endemik Maros itu, nyaris tanpa ekor. Wajahnya pun spesifik Macaca.
“Padahal kita masih punya banyak hewan endemik yang bisa dijadikan maskot selain Macaca Maura dan Papilio Blumei (spesies kupu-kupu khas Maros). Ada ikan Beseng-beseng (Marosatherina Ladigesi), burung Rangkong (Rhyticeros cassidix), Tarsius Fuscus (primata khas Maros di Hutan Karaenta), atau hewan endemik lainnya. Hewan endemik ini kekayaan fauna Maros yang amat cantik jika dijadikan maskot,” papar Lory lagi.
Lory juga mengkritisi maskot itu karena tak diberi nama. Sehingga, sambungnya, orang-orang akan sulit dalam menyebutkannya.
Namun, dia enggan menanggapi filosofi kera yang dijadikan maskot itu. Kata dia, biarlah itu menjadi ranah desainer dan orang-orang yang bisa menerjemahkan kera dalam makna filosofis.
“Saya hanya bertugas melihat dua sisi ini, utamanya keterwakilan hewan endemik Maros sebagai maskot di daerah sendiri,” tuturnya.
“Saya juga tidak memasuki wilayah teknis tentang kualitas dan kuantitas desain. Soal ini ada yang punya ilmu sendiri dan saya kurang memahami aspek teknis tersebut. Saya juga mau mengajak tetap mencintai Maros dengan segala ke-Maros-annya,” pungkas Lory.
Maskot Pilkada Maros 2024 diluncurkan Minggu, 26 Mei 2024 yang lalu di Alun-alun Bank Sulselbar Maros. Maskot itu merupakan hasil sayembara.
Ketua KPU Maros, Jumaedi waktu itu menuturkan bahwa peluncuran gelaran Pilkada Maros serta maskotnya itu menandai langkah awal dan konsolidasi untuk seluruh tahapan pesta demokrasi tersebut. (abr)







