NEWS  

Mahasiswa KKN Unhas Ajak Anak-anak Desa A’bulosibatang Belajar Sopan Santun lewat Ojigi dan Mappatabe

MATAMAROS.COM — Anak-anak di Desa A’bulosibatang, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, tampak antusias mengikuti kegiatan interaktif bertema “Pengenalan Budaya Jepang dalam Pengembangan Karakter Anak di Desa  A’bulosibatang”. Dihelat di SDN 145 Inpres Pampangan pada 22, 24, dan 26 Juli 2025

Materi dibawakan Yunisyah S, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin dari Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya.

Kegiatan ini, ucap Yunisyah, untuk mengenalkan budaya Jepang secara menyenangkan sekaligus menanamkan nilai sopan santun dan rasa saling menghargai sejak dini.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah memperkenalkan salam Jepang yaitu Ojigi yang merupakan gerakan membungkuk sebagai bentuk penghormatan yang kemudian disandingkan dengan budaya lokal Sulawesi Selatan yaitu tabe’ atau mappatabe.

“Anak-anak juga diajak menirukan kedua gerakan salam tersebut lalu dilanjutkan dengan sesi praktik origami yaitu seni melipat kertas asal Jepang yang bermanfaat untuk melatih motorik halus dan kesabaran anak-anak,” ucapnya.

Menurut Yunisyah, kegiatan ini mengusung pendekatan lintas budaya agar anak-anak tidak hanya mengenal budaya asing tetapi juga makin menghargai budaya lokal.

“Dengan membandingkan ojigi dan tabe’ anak-anak akan lebih paham dan bangga terhadap budayanya sendiri,” ungkap Yunisyah.

Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari pihak sekolah dan Masyarakat. Salah satunya Kepala SDN 145 Inpres Pampangan, Mansur. Dia menilai kegiatan ini akan sangat bermanfaat. “Sejalan dengan visi misi yang ada di sekolah. Kegiatan ini juga menarik karena anak-anak akan belajar sopan santun dari dua budaya sekaligus” ujarnya.

Kepala Desa A’bulosibatang, Kasri juga mengapresiasi kegiatan ini. “Program ini sangat bagus karena Jepang dikenal dengan budayanya yang sangat menghormati orang lain. Selain itu, ma’patabe sebagai budaya kita juga kembali diperkenalkan kepada anak-anak agar bisa membentuk karakter yang baik sejak kecil” jelasnya.

Program ini menjadi bagian dari inovasi pengembangan desa dalam Kuliah Kerja Nyata tematik Unhas. Menggabungkan budaya lokal dan global. (*/abr)