Gen Z Melek Investasi, Masa Depan Lebih Pasti

Mira, seorang gen Z hendak bertransaksi di kantor Pegadaian Maros, Sulawesi Selatan, Kamis, 14 Agustus 2025. (FOTO: IMAM DZULKIFLI/MATAMAROS)

Awal Syam tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Pegadaian masuk ke kampusnya di Universitas Muhammadiyah, Makassar. Bukan hanya membawa spanduk dan brosur, namun juga, menurut dia, mendorong gen Z untuk lebih peduli pada hal-hal di masa mendatang.

Sebab ternyata, generasi muda, termasuk gen Z dan milenial mesti punya kemampuan mengelola finansial. Bukan soal banyaknya, tetapi konsistensinya. Uang jajan Rp10 ribu misalnya, dibanding untuk kopi sore hari, relatif lebih baik jika dikonversi menjadi nol koma sekian gram emas.

Harga emas nyaris tidak pernah turun, yang ada hanya terus naik. Ibarat menanam sebiji bibit pohon, dalam beberapa tahun ke depan sudah bisa dipanen buahnya. Buah yang manis dan menyehatkan.

“Edukasi semacam ini mendorong mahasiswa agar tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga cerdas secara finansial,” ujar Awal, yang juga Ketua BEM FEB Unismuh Makassar itu.

Hari itu, Pegadaian memang datang ke Unismuh, Makassar. Suasana edukatif dan interaktif memenuhi ruang teater IGIF Lantai 2 Menara Iqra, saat ratusan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Teknik berkumpul dalam acara Road Show “Ngobrol di Kampus” bertema “Tabungan Emas Pegadaian: Solusi Cerdas Masa Depan”.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Agency Radio ISWARA Makassar dan PT Pegadaian Kanwil VI Makassar. Mengundang sejumlah narasumber dari lembaga strategis seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pegadaian, acara ini mengusung misi memperkuat literasi keuangan generasi muda, khususnya mahasiswa.

Mailthon Purba, Manajer Madya OJK Sulawesi Selatan, membuka sesi diskusi dengan menekankan pentingnya kesadaran finansial sejak dini. “Investasi emas adalah pilihan stabil dan mudah diakses. Ini sangat cocok untuk mahasiswa yang ingin mulai merencanakan masa depan secara finansial,” ujarnya.

Menambahkan hal tersebut, Iwan Darmawan, Kepala Departemen Business Support Pegadaian Kanwil VI Makassar, mengajak mahasiswa untuk tidak menunda investasi. “Melalui aplikasi digital Pegadaian, siapa pun bisa mulai menabung emas, bahkan hanya dengan nominal kecil. Konsistensi adalah kuncinya,” ungkap Iwan.

Wakil Dekan III FEB Unismuh, Abdul Muttalib Hamid, menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap sinergi antara dunia kampus dan sektor industri keuangan terus diperkuat demi membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan.

Sudah Terbukti

Di tempat lain di Makassar, ada kisah pasangan muda.

Dedi Suhardi tak pernah membayangkan Ramla, istrinya masih bisa menyisihkan uang untuk menabung setiap bulan. Setiap selesai gajian dari pabrik terigu tempatnya bekerja, Dedi langsung memberikan semuanya. Setahu dia, semua itu hanya cukup untuk membeli beras dan lauk, jajan anak, dan kebutuhan rumah tangga terpenting lainnya.

Hingga suatu hari, saat sedang santai di sofa ruang tamu rumah mereka di Jalan Kapasa Raya, Daya, Makassar, ponsel Ramla menerima pesan WhatsApp masuk dari Info Pegadaian, sebuah saluran bercentang biru.

“Selamat, Anda mendapatkan hadiah 1 unit mobil dari undian Pegadaian Poin.” Begitu kesimpulan pesan chat itu.

Ramla tersentak, tetapi Dedi lebih tersentak. Sebab dia tidak menduga istrinya punya tabungan emas di Pegadaian. Kini malah jadi salah satu pemenang undian dengan hadiah yang tak pernah terbayangkan; mobil!

Dedi, Ramla, dan anak-anak mereka bersorak. Rumah mungil mereka di Kapasa Raya, yang dinding terasnya belum dipelester, sebentar lagi akan kedatangan sebuah mobil listrik.

Mobil yang akan menuju kediaman mereka itu adalah Wuling Air EV. Mobil mikro listrik baterai yang diproduksi SAIC-GM-Wuling (SGMW). Mobil kecil namun gemoi, berkapasitas empat penumpang.

Dan hari yang dinanti itu datang juga. Ramla tampil cantik dengan gamis berwarna krem. Dedi mengenakan kemeja batik dan terus mengulum senyum.

Hadiah diserahkan oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Makassar, Edwin S Inkiriwang. Tepuk tangan menggema di Kantor Pegadaian Cabang Daya itu.

Edwin menuturkan, “Dari sekitar 2,7 juta nasabah Pegadaian Kanwil Makassar, Ibu Ramla yang beruntung dan saya berharap Bapak/Ibu nasabah Pegadaian dapat memanfaatkan kesempatan ini, semua punya hak dan peluang untuk menang.”

Ramla yang seorang ibu rumah tangga, yang saban hari bekerja untuk menyiapkan kebutuhan suami berangkat kerja dan anak-anak pergi sekolah, memberi inspirasi karena ternyata juga bisa melakukan investasi untuk keluarga.

Dia tidak jualan, dia tidak bermain saham, dia juga tidak berkantor. Namun dengan menyisihkan sebagian uang dari gaji suami, dia terus menambah gram emasnya di Pegadaian. Sebuah jenis investasi yang jelas tak pernah turun harganya.

“Saya rutin bertransaksi emas di Pegadaian. Makanya saya mendapat sejumlah poin,” ucap Ramla.

Penyerahan hadiah satu unit Mobil Wuling Air EV kepada keluaga Ramla, di Kantor Pegadaian Cabang Daya, Makassar. (FOTO: PEGADAIAN)

Tidak sampai di situ. Bonusnya ada lagi, yakni undian yang menempatkan namanya sebagai pemenang. Wuling Air EV terpakir di depan rumah. Menjadi berkah untuk keluarganya. Rezeki yang tak disangka-sangka.

Saat pembuatan video testimoni, Dedi menampakkan perasaan cintanya berulang kali kepada sang istri.

Ramla mengaku hanya mengikuti instingnya. Dia meyakini menabung emas bisa membantu keluarga di masa depan. Namun ternyata, langkahnya itu sesuai dengan kondisi pasar. Tren harga emas diperkirakan akan terus naik dan mencapai puncaknya pada akhir 2025. Investasi emas menjadi keputusan relatif menjadi pilihan tepat saat ini.

Analis tren pasar Yardeni Research memperkirakan harga emas bisa melonjak hingga USD3.500 pada akhir 2025. Artinya, harga emas bisa naik hingga 50 persen.

Tidak heran jika emas sebagai salah satu aset investasi yang paling diburu. Kenaikan harga emas ini menunjukkan kekuatan emas sebagai “payung” dari situasi sulit.

Menyimpan emas diyakini paling bijak untuk menjaga aset dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Emas memiliki nilai intrinsik yang stabil dan nilainya tidak mudah terpengaruh oleh kebijakan pemerintah, situasi global, atau fluktuasi pasar.

Emas merupakan aset dengan likuiditas atau pencairan paling mudah. Kita bisa dengan mudah membeli atau menjual emas kapan saja dibutuhkan.

Itu juga yang telah dilakukan Ramla melalui Tabungan Emas di Pegadaian. Tabungan Emas Pegadaian merupakan produk investasi yang memungkinkan masyarakat untuk membeli emas dengan cara mencicil atau menabung. Dibandingkan jual-beli emas secara mandiri, Tabungan Emas di Pegadaian diklaim memiliki lebih banyak keunggulan dan memberikan lebih banyak keuntungan.

Emas Pegadaian dijamin 24 karat, dapat ditransfer ke sesama pemilik Tabungan Emas, dapat dicetak fisik, dapat ditransaksikan secara online melalui Pegadaian Digital, biaya pengelolaan rekening ringan, mudah dicairkan (buyback dan gadai)

Semakin mudah juga menjadi nasabah Pegadaian. Kalau tak sempat datang ke outlet, bisa ke agen-agen terdekat yang kemungkinan adalah tetangga kita. Bisa juga hanya lewat ponsel melalui aplikasi Pegadaian Digital.

Pegadaian saat ini juga punya penawaran “10 Ribu Bisa Jajan Emas!”. Mulai dari Rp10 ribu saja, lebih murah dari segelas kopi di coffee shop, siapa saja bisa memulai langkah untuk masa depan yang lebih berkilau.

Kesadaran Meningkat

Tidak salah jika Pegadaian terus menjadikan gen Z sebagai sahabat. Pegadaian Kanwil VI Makassar mencatat porsi nasabah genera Z (Gen Z) sebanyak 30 persen dari total nasabah yang ada.

Jumlah ini terus mengalami peningkatan terutama hadirnya berbagai kegiatan dan program khusus generasi Z.

Menurut Kepala Departemen Business Support Kanwil VI Pegadaian, Iwan Darmawan, 30 persen nasabah gen Z menggunakan layanan gadai di pegadaian.

“Layanan yang banyak digunakan generasi Z di pegadaian adalah layanan gadai. Saat ini, masyarakat gen Z sudah mulai melek Pegadaian. Target kita dengan populasi Gen Z yang sangat banyak masih bisa ditingkat,” ucapnya.

Pegadaian menggaet gen Z dengan sering menggelar berbagai festival.

“Kita menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti school competition, talkshow literasi keuangan, KPop dance competition, fun games dan masih banyak lagi. Kita juga hadirkan outlet bagi yang ingin melakukan pembelian emas,” jelas Iwan.

“Pada kegiatan ini kita fokus lebih pada edukasi dan mengajak milenial menjadi pengguna Pegadaian Digital Service. Namun kita hadirkan juga produk khusus gen Z seperti membuka tabungan emas hanya Rp10 ribu sehingga Gen Z bisa berinvestasi dengan sangat mudah,” ucap Iwan.

Selain itu, ada pula program khusus yang ditawarkan bagi yang ingin mencicil kendaraan menggunakan pembina dari Pegadaian. “Kami ada program amanah di mana masyarakat yang bisa mengambil kendaraan dengan pembiayaan Pegadaian, namun tenang, kita menggunakan akad syariah,” tandasnya.

Tidak hanya dalam industri pergadaian dan pembiayaan UMKM, bahkan kini Pegadaian mulai melebarkan sayapnya dalam mengembangkan ekosistem emas untuk terwujudnya visi perusahaan dan mendukung pemerintah mencapai Indonesia Emas 2045.

Pegadaian membuktikan slogan “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” itu bukan semata omongan. Sebab sudah banyak yang merasakannya. Pegadaian adalah solusi dari masalah-masalah keuangan yang kerap mendera keluarga. Kalau ada situasi yang perlu dihadapi, setidaknya dia tak perlu cemas sebab sudah memiliki “pegangan”.

Pegadaian, seperti yang dirasakan Ramla si penerima hadiah mobil itu, seperti sahabat. Dekat dan akrab. (imam dzulkifli)