NEWS  

20 Tahun Mengabdi, Afhar Jadi PPPK Dua Bulan Sebelum Pensiun

MATAMAROS.COM – Penantian panjang selama 20 tahun akhirnya berbuah manis bagi Afhar.

Pria yang sejak 2004 mengabdikan dirinya sebagai tenaga honorer ini resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Sekretariat Daerah Kabupaten Maros, Selasa, 30 Desember 2025.

Meski status yang diraihnya hanya akan ia jalani sekitar dua bulan sebelum memasuki masa pensiun pada Februari 2026, momen tersebut menjadi titik puncak dari perjalanan panjang penuh kesabaran, ketekunan, dan pengabdian tanpa pamrih.

Awal kariernya, ia bertugas di Kelurahan Soreang. Ia tercatat sebagai honorer kategori eks-K2, kelompok tenaga non-ASN yang telah lama mengabdi di lingkungan pemerintahan.

Pada masa-masa awal, Afhar bahkan bekerja tanpa menerima honor tetap.

Ia tetap datang bekerja dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya, meski imbalan yang diterima belum sebanding dengan pengabdian yang diberikan.

“Saya awalnya digaji secara sukarela. Baru tahun 2010 mulai ada honor,” kenangnya.

Honor pertama yang diterima Afhar pada 2010 sekitar Rp500 ribu per bulan, saat ia dipercaya bekerja sebagai sopir. Seiring waktu, jumlah tersebut perlahan naik hingga kini mencapai Rp850 ribu.

Dengan penghasilan yang terbatas itu, Afhar menghidupi istri dan anaknya.

Ia memilih tidak mengambil pekerjaan tambahan dan fokus sepenuhnya pada tugas yang diemban.

“Tidak ada pekerjaan lain. Saya fokus di sini saja,” ujar pria 57 tahun itu.

Ia sempat dipercaya bertugas sebagai staf Asisten I, kemudian berpindah ke Bagian Umum pada 2022.

Apapun tugas yang diberikan, ia mengaku jalani dengan tekun tanpa banyak mengeluh.

Di balik keterbatasan ekonomi, Afhar menyimpan kebanggaan besar sebagai seorang ayah.

Dari gaji honorer yang ia terima, ia mampu mengantarkan anaknya menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Anak saya sudah lulus kuliah. Sempat bekerja dua tahun, tapi sekarang sedang menganggur lagi,” tuturnya.

Baginya, keberhasilan anak menyelesaikan pendidikan merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam hidup, hasil dari kesabaran dan keikhlasan selama bertahun-tahun mengabdi.

Afhar juga bukan tanpa usaha untuk meningkatkan statusnya. Ia tercatat telah empat kali mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Yang pertama dulu masih tes manual. Yang kedua sampai keempat sudah pakai sistem CAT,” katanya.

Meski tak pernah lolos, Afhar tidak lantas menyerah. Sulitnya mencari pekerjaan membuatnya memilih bertahan sebagai honorer dan menekuni setiap amanah yang diberikan.

“Cari kerja itu susah. Jadi saya bertahan di sini dan kerjakan apa saja yang ditugaskan,” ucapnya.

Pengangkatan sebagai PPPK paruh waktu menjadi penutup perjalanan panjang Afhar sebagai tenaga honorer.

Walau masa pengabdiannya sebagai PPPK terbilang singkat, status tersebut memiliki makna besar secara moral dan emosional.

“Saya bersyukur karena akhirnya bisa sampai di titik ini dan menerima SK,” tuturnya dengan nada terdengar haru. (ast)