MATAMAROS.COM – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros mengusulkan penambahan lahan seluas dua hektare untuk TPA Bontoramba.
Kepala DLH Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin, mengatakan usulan pembebasan lahan tambahan tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan dan penghitungan anggaran.
“Kami mengusulkan penambahan dua hektare lahan untuk TPA. Anggarannya masih kami hitung, namun usulan sudah kami sampaikan,” katanya, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan, luas kawasan TPA Bontoramba yang saat ini dimiliki Pemerintah Kabupaten Maros mencapai sekitar empat hektare.
Dari luasan tersebut, masih tersedia kurang lebih satu hektare lahan kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai area penampungan sampah.
Dengan kondisi tersebut, Irfan menyebut TPA Bontoramba masih mampu menampung timbunan sampah hingga tiga tahun ke depan, dengan ketinggian tumpukan sampah mencapai sekitar 20 meter.
“Namun seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya timbulan sampah, perluasan TPA tetap dibutuhkan untuk menjamin pengelolaan sampah jangka panjang,” jelasnya.
Produksi sampah di Kabupaten Maros saat ini mencapai sekitar 204 ton per hari.
Angka tersebut diperoleh dari perhitungan rata-rata timbulan sampah sebesar 0,5 kilogram per orang per hari, dengan jumlah penduduk sekitar 400 ribu jiwa.
Dari total produksi sampah tersebut, sekitar 105 ton per hari masuk ke TPA Bontoramba.
Sementara sekitar 40 ton lainnya berhasil dikelola melalui berbagai fasilitas pengolahan sampah.
“Masih ada sekitar 25 persen atau sekitar 50 hingga 60 ton sampah per hari yang belum tertangani secara optimal,” imbuhnya.
Ia menambahkan, penanganan sampah di Kabupaten Maros juga terbantu dengan keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Dari total 10 unit TPS 3R yang ada, baru empat unit yang saat ini aktif beroperasi.
“TPS 3R yang aktif berada di Bantimurung, Baju Bodoa, dan Simbang,” ujarnya.
Selain itu, Irfan menyebut peran sektor informal, khususnya para pengumpul sampah, turut membantu dalam mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA.
“Pengumpul sampah kita cukup banyak dan sangat membantu dalam mereduksi sampah,” pungkasnya. (ast)







