MATAMAROS.COM — Kawasan Wisata Alam Bantimurung diterjang air bah, Sabtu, 14 Februari 2026.
Debit air sungai yang bersumber dari air terjun meningkat drastis setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak semalaman.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter lebih dari kondisi normal. Arus deras membuat sejumlah jalur utama di kawasan wisata itu tergenang dan sulit dilalui.
Akibatnya, akses menuju beberapa wahana favorit pengunjung untuk sementara tidak dapat digunakan.
Di antaranya wahana Gua Batu dan Danau Kassi Kebo yang berada di area aliran sungai.
Kondisi tersebut membuat pengelola mengambil langkah cepat dengan menutup sementara sejumlah wahana demi keselamatan pengunjung.
Penutupan dilakukan hingga debit air benar-benar dinyatakan aman.
Sejumlah wisatawan yang sudah berada di lokasi hanya bisa menikmati suasana di area yang relatif aman.
Mereka memilih bersantai di sekitar kawasan permandian dan mengabadikan momen dengan berswafoto.
Salah seorang pengunjung, Tina, mengaku datang bersama sembilan anggota keluarganya tanpa mengetahui kondisi Bantimurung sedang diterjang air bah.
“Tidak tahu kondisinya begini. Tidak bisa mandi bersama keluarga,” ujarnya.
Meski kecewa, ia memahami keputusan pengelola yang menutup akses demi alasan keselamatan. Menurutnya, faktor keamanan memang harus menjadi prioritas utama.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi, mengatakan peningkatan debit air dipicu oleh intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Namun memasuki sore hari, kondisi cuaca mulai membaik dan air perlahan surut.
“Kita imbau pengunjung tetap waspada,” katanya.
Ia menambahkan, jika cuaca tetap normal dan debit air stabil, akses ke sejumlah wahana termasuk Gua Batu akan kembali dibuka.
Pengelola berharap kawasan wisata kebanggaan Maros tersebut bisa kembali dinikmati masyarakat, terutama menjelang momentum libur sebelum memasuki bulan Ramadan. (ast)







