MATAMAROS.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros menerima dana hibah Rp3 miliar dari pemerintah daerah untuk operasional 2026.
Ketua KONI Maros, Marjan Massere, mengatakan, hibah 2025 sebesar Rp2 miliar.
Jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan diberangkatkan ke Porprov tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
Dari total 35 cabor, sebanyak 34 dipastikan lolos mengikuti Porprov 2026. Hanya cabang basket yang tidak berhasil melaju. Pada Porprov sebelumnya, Maros hanya mengirimkan 29 cabor.
“Dana hibah KONI yang diberikan pemerintah daerah sebesar Rp 3 miliar. Hampir sama dengan periode lalu, walaupun cabornya bertambah,” kata Marjan usai Rakerkab di Grand Waterboom Mandai, Sabtu, 14 Februari 2026 yang dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam.
Ketua Komisi II DPRD Maros itu menegaskan, dana hibah tersebut tidak hanya difokuskan untuk Porprov, melainkan mencakup seluruh program pembinaan dan operasional organisasi sepanjang tahun.
Meski demikian, porsi terbesar tetap diarahkan untuk mendukung kesiapan kontingen menuju ajang olahraga empat tahunan tersebut.
Pada Porprov Bulukumba–Sinjai sebelumnya, Maros finis di posisi sembilan dengan raihan 16 medali emas, 31 perak, dan 31 perunggu.
Tahun ini, KONI memasang target lebih tinggi, yakni menembus lima besar.
Jumlah atlet yang diproyeksikan turun mencapai 476 orang.
Dengan kondisi efisiensi anggaran, strategi pembiayaan akan difokuskan pada cabang olahraga yang memiliki peluang besar menyumbangkan medali agar penggunaan dana hibah lebih efektif dan terukur.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sulawesi Selatan, Chalid Suang, menilai target lima besar yang dipasang Maros cukup realistis.
Bahkan, peluang menembus tiga besar dinilai bukan sesuatu yang berlebihan.
Optimisme tersebut didasarkan pada hasil babak kualifikasi atau pra-Porprov, di mana Maros berhasil mengoleksi 43 medali emas.
Jika capaian itu mampu dipertahankan, bahkan ditingkatkan hingga 47 emas sesuai proyeksi, posisi tiga besar dinilai sangat terbuka.
“Jadi jangan dibilang tinggi. Itu rasional. Karena sudah diuji di babak kualifikasi, 43 emas. Kalau dihitung-hitung, itu sudah bisa masuk tiga besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peta persaingan di Porprov relatif tidak banyak berubah karena atlet yang bertanding umumnya merupakan peserta yang sama pada babak kualifikasi.
Dengan demikian, konsistensi pembinaan dan kesiapan mental menjadi faktor penentu. (ast)







