MATAMAROS.COM – Proyek rehabilitasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maros yang hingga kini belum rampung mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa.
Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros, Ikram Herdiansyach, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut.
Menurutnya, proyek rehabilitasi kantor Kemenag Maros menggunakan anggaran sekitar Rp4 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
“Ini anggaran APBN 2025. Harusnya sudah selesai karena targetnya 31 Desember. Tapi sampai sekarang belum juga rampung,” katanya, Jumat, 6 Maret 2026.
Ikram menjelaskan, proyek tersebut seharusnya selesai pada tahun anggaran yang sama karena bukan merupakan proyek multiyears yang dapat dikerjakan lebih dari satu tahun.
Ia menilai, pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut semestinya dievaluasi jika tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Semestinya tidak boleh dilanjut pekerjaannya jika memang kontrak awalnya tidak selesai tepat waktu. Tapi ini sepertinya tetap dilanjut padahal bukan multiyears,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, Muhammad Nur Halik, mengaku tidak dapat memberikan penjelasan lebih jauh terkait proyek rehabilitasi tersebut.
Ia menyebut pembangunan fisik di lingkungan Kementerian Agama sepenuhnya menjadi kewenangan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag.
“Kalau itu saya tidak bisa komentari, karena bangunan itu tanggung jawab penuh orang Kanwil,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh pembangunan fisik di lingkungan Kementerian Agama, baik di pusat maupun daerah, menggunakan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dikelola oleh Kanwil.
“Kami di Kementerian Agama kabupaten/kota hanya menerima kunci saja. Kami tidak tahu masalah anggaran atau proses pembangunannya,” jelasnya.
Pekerjaan proyek tersebut dimulai pada 13 September 2025 dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2025 atau selama 113 hari kalender.
Peletakan batu pertama pembangunan kantor tersebut dilakukan pada 26 September 2025. (ast)







