MATAMAROS.COM — Aksi penutupan jalan dilakukan oknum yang mengaku mendapat perintah dari pimpinan pondok pesantren Darul Istiqamah Indonesia, Maccopa, Maros. Akibatnya, warga menjadi terhalang untuk beraktivitas.
Salah satu yang menghangat adalah adanya sebuah pesta pernikahan di dalam kawasan Darul Istiqamah yang terancam tak terlaksana. Itu karena Jalan Babul Jannah, lokasi rumah mempelai, juga ditutup aksesnya.
Menariknya, pesta pernikahan itu adalah acara yang juga melibatkan Sekda Maros, Andi Davied Syamsuddin. Putri Davied dipersunting seorang lelaki warga Darul Istiqamah.
Penutupan jalan oleh pihak pimpinan pesantren bukan hanya di situ. Namun juga di kompleks perumahan Relife Greenville klaster Fiiziya yang sama-sama berada dalam kawasan Darul Istiqamah.
Y. Suwandy Mardan, kuasa Hukum dari PT Relife Propertye, yang mendampingi warga menyebut ulah oknum pimpinan Darul Istiqamah Indonesia sudah terang-terangan sebagai tindakan pidana dan pelanggaran hukum.
“Warga Fiiziya sudah tidak bisa lagi keluar masuk rumah mereka karena akses ditutup,” ucapnya, Jumat malam, 2 April.
Mengenai acara pernikahan yang terhalangi, Suwandy juga sangat menyayangkan. Sebab, Jalan Babul Jannah tersebut adalah fasilitas umum. Milik Pemerintah Kabupaten Maros dan dibangun dengan dana APBD.
“Jadi sikap pimpinan pesantren melarang warga melintas dengan cara menutup akses jalan umum sudah dapat dikualifisirsebagai tindak pidana,” ucapnya.
Pihaknya mewakili warga pun sudah melaporkan kisruh ini ke Polda Sulsel. Pelapor berharap aparat keamanan segera turun ke lokasi dan bersikap independen dalam menegakkan Hukum.
Kabarnya, arus lalu lintas masuk dan keluar Darul Istiqamah, Maccopa, macet parah. Pihak pengelola pesantren menghalangi kendaraan-kendaraan yang membawa perlengkapan acara pernikahan putri Sekda Maros. Padahal, persiapan harus segera dimulai karena acaranya dijadwalkan Minggu, 5 April 2026.
Kejadian mengejutkan itu terjadi di Pesantren Darul Istiqamah, Kabupaten Maros, sejak siang hari ini. Mobil-mobil vendor yang membawa bahan dekorasi untuk acara pernikahan tertahan di depan gerbang pesantren.
Akses jalan yang biasa dilalui menuju lokasi acara, tiba-tiba ditutup oleh pihak manajemen pesantren yang dipimpin oleh Mufassir Arif dan Mudzakkir Arif, tanpa alasan yang jelas.
Mobil yang terhambat berisi bahan dekorasi yang sudah dipersiapkan untuk acara pernikahan.
Selain itu, mobil keluarga pengantin juga tertahan di depan gerbang pesantren sejak siang tadi, sampai jam 21.00 mereka terpaksa menunggu tanpa kepastian. Pihak keluarga, termasuk ibu dari pengantin, Mukhlisah, merasa kecewa dan bingung karena tidak ada penjelasan mengenai penutupan jalan tersebut, meskipun kendaraan yang tertahan hanya membawa bahan dekorasi untuk acara pernikahan.
Jalan yang ditutup itu merupakan akses umum yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten Maros melalui Surat Keputusan (SK) resmi. Meskipun status jalan sebagai jalan umum sudah jelas, pihak pesantren tetap bersikeras menutupnya. Keputusan ini menghalangi perjalanan keluarga dan vendor dekorasi yang sudah siap untuk mempersiapkan acara yang hanya tinggal beberapa hari lagi.
Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan dari pengelola pesantren Darul Istiqamah. Termasuk soal pengadaan portal pembatas di pintu gerbang yang menjadi alat untuk menghalangi akses masuk dan keluar warga. Sejumlah polisi yang sempat datang juga belum bisa mencairkan suasana. (abr)







