NEWS  

Jelang Iduladha, Sapi Rp85 Juta Pun Laris

MATAMAROS.COM – Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di Kabupaten Maros meningkat.

Salah satunya terlihat di Peternakan Rahma Firdaus milik Haji Pacong yang berada di Jalan Poros Bantimurung, Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung. Dari total stok yang disiapkan, sekitar 60 persen sapi telah terjual.

Saat ini, peternakan tersebut menyediakan kurang lebih 200 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk saat ini, penjualan sudah mencapai 60 persen dari total stok yang kami siapkan,” katanya saat ditemui, Senin, 27 April 2026.

Ia menjelaskan, jenis sapi yang tersedia cukup beragam. Mulai dari sapi Bali, Limousin, Simental, hingga Brangus.

Dari beberapa jenis tersebut, sapi Bali dan Simental menjadi yang paling diminati pembeli.

Dari sisi harga, sapi dijual mulai Rp14 juta hingga Rp85 juta per ekor.

Harga tersebut tergantung pada jenis dan bobot sapi.

Untuk usia, sapi yang dijual berkisar antara 2 tahun 5 bulan hingga 5 tahun.

Terkait kesehatan, seluruh sapi telah melalui pemeriksaan petugas. Sebagian besar juga sudah divaksin.

“Sertifikat kesehatan akan menyusul setelah pemeriksaan selesai,” jelasnya.

Meski penjualan meningkat, harga sapi juga mengalami kenaikan.

Kenaikan tersebut sekitar 5 persen atau kurang lebih Rp1 juta per ekor.

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh terbatasnya stok sapi di pasaran.

“Selain itu, biaya operasional seperti bahan bakar juga ikut meningkat,”imbuhnya.

Peternakan ini tidak hanya melayani pembelian langsung.Namun juga melayani pengiriman ke berbagai daerah.

Bahkan, pengiriman dilakukan hingga ke luar kota seperti Merauke.

Sementara itu, salah satu pembeli, Andi Muhammad Irdan AB, mengaku datang untuk membeli sapi kurban.

Ia juga sekaligus melakukan penjajakan untuk kebutuhan keluarganya.

“Iya, rencananya saya beli satu ekor dulu. Tapi mungkin nanti bisa sampai tiga ekor untuk keluarga,” ujarnya.

Ia mengaku masih membandingkan beberapa jenis sapi yang tersedia. Sehingga belum menentukan pilihan.

“Saya masih banding-bandingkan dulu, belum pastikan jenisnya,” katanya.

Ia memilih membeli di peternakan tersebut karena sudah menjadi langganan lama. Kurang lebih sudah 10 tahun ia membeli sapi di tempat itu.

“Pelayanannya baik dan saya sudah percaya,” ungkapnya.

Ia juga menilai aspek kesehatan sapi di peternakan tersebut terjamin.

Menurutnya, ada tenaga ahli kesehatan hewan yang rutin melakukan pemeriksaan.

“Jadi dari sisi kesehatan dan kebersihan, saya tidak ragu,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pengelolaan limbah yang dinilai ramah lingkungan.

“Limbahnya diolah, tidak dibuang sembarangan. Jadi tidak mencemari lingkungan,” tambahnya.

Terkait harga, ia mengaku belum mengetahui pasti harga tahun ini.

Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, harga di peternakan tersebut masih tergolong bersaing.

“Tahun lalu saya beli sekitar Rp30 juta per ekor,” katanya.

Ia menyebut, sapi yang akan dibelinya tahun ini rencananya akan diperuntukkan bagi relawan binaan yayasannya di Kecamatan Maros Baru.

“Sapi ini nantinya untuk relawan-relawan,” tutupnya. (ast)