NEWS  

Solar Langka, Jalan Macet, Pemerintah di Mana?

MATAMAROS.COM — Antrean truk pengangkut barang masih mengular pada sejumlah SPBU di Kabupaten Maros, Kamis, 30 Juli 2026. Kelangkaan solar telah berlangsung lebih dari satu bulan dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Salah satu titik antrean terpanjang terlihat di SPBU Ballu-Ballu, Kecamatan Mandai. Deretan truk mengular hingga ke tepi Jalan Poros Maros-Makassar. Antrean tidak hanya terjadi di jalur menuju Kota Makassar, tetapi juga di jalur sebaliknya yang mengarah ke pusat Kota Maros.

Panjang antrean membuat sebagian badan jalan dipenuhi kendaraan sehingga memicu kemacetan hampir setiap hari, terutama pada pagi dan sore hari. Puluhan sopir truk tampak mengantre selama berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mendapatkan solar bersubsidi.

Salah seorang sopir truk, Hadi, mengaku sudah tertahan di Kabupaten Maros selama dua hari karena belum berhasil mendapatkan solar.

Sopir yang mengangkut logistik menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara, itu mengatakan dirinya belum dapat melanjutkan perjalanan akibat kosongnya pasokan BBM di sejumlah SPBU.

Meski telah menunggu hingga berganti hari, solar yang dinanti tak kunjung tersedia. Ia mengaku kondisi serupa juga ditemui di SPBU lain sehingga berpindah lokasi tidak menjadi solusi.

“Kalau pindah ke SPBU lain juga sama saja. Tetap antre panjang dan stoknya belum tentu ada,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, biaya operasional perjalanan ikut membengkak. Selama menunggu, kebutuhan makan dan minum harus ditanggung sendiri.

Hadi berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan solar yang telah terjadi lebih dari sebulan di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

“Kalau kondisi seperti ini terus menerus, ini sangat memberatkan bagi kami yang harus bergerak membawa barang ke luar provinsi,” tuturnya.

Sementara itu, warga sekitar SPBU Ballu-ballu, Musytabsyirah, mengaku antrean truk telah mengganggu aktivitas masyarakat. Menurutnya, kemacetan kerap terjadi hingga ke akses Perumahan Haji Banca yang berjarak sekitar 500 meter dari SPBU.

Kendaraan warga yang hendak keluar maupun masuk perumahan sering kali harus mengantre karena badan jalan dipenuhi truk. “Tiap hari macet pagi dan sore hari, kemacetan sampai di pintu gerbang perumahan terasa,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera menghadirkan solusi agar antrean kendaraan tidak terus memakan badan jalan dan mengganggu aktivitas warga.

“Kalau truk yang mengantre sampai panjang begini, kendaraan warga yang mau masuk dan keluar perumahan juga ikut terhambat. Kami berharap ada solusi supaya antrean tidak sampai mengganggu akses warga,” katanya. (ast)