MAROS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu, berupa sosialisasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara door to door di Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini dipadukan dengan pembagian obat cacing kepada ketua RT, kepala dusun, kelompok tani, dan masyarakat yang memiliki ternak.
Program kerja tersebut dilaksanakan oleh Rifqah Nabila Rasyid, mahasiswa peternakan Universitas Hasanuddin.
Pendekatan door to door dipilih agar penyampaian informasi dapat dilakukan secara lebih personal. Masyarakat juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai permasalahan kesehatan ternak yang mereka hadapi.
Dalam kegiatan sosialisasi, Rifqah menjelaskan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar karena mengakibatkan penurunan produktivitas ternak, seperti menurunnya nafsu makan serta berat badan.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan gejala klinis PMK, cara penularan penyakit, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya penerapan biosekuriti di lingkungan peternakan. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang, membatasi keluar masuknya ternak dari luar daerah, melakukan disinfeksi secara berkala, serta segera melaporkan kepada petugas apabila ditemukan ternak yang menunjukkan gejala PMK.
Selain memberikan edukasi, Rifqah turut membagikan brosur mengenai PMK yang berisi informasi singkat dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Kegiatan ini juga disertai pembagian obat cacing kepada masyarakat yang memiliki ternak. Pemberian obat cacing bertujuan membantu meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak melalui pengendalian infeksi cacing. (*)







