MAROS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 menggelar penyuluhan literasi keuangan bertajuk “Bijak Kelola Uang Jajanmu!” bagi siswa kelas 6 di UPTD SDN 48 Bontokapetta, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja individu mahasiswa KKN yang berfokus pada penguatan pemahaman dan kebiasaan mengelola keuangan pada anak usia sekolah dasar. Penyuluhan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Selasa (28/7/2026) dan Rabu (29/7/2026), dengan menyasar dua kelas sekaligus, yaitu kelas 6A dan 6B. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 44 siswa, dengan durasi kegiatan sekitar 60 menit untuk masing-masing kelas.
Program ini digagas dan dilaksanakan oleh Cindy Carissa Nathaly, mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan tema literasi keuangan tidak lepas dari kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar lokasi KKN yang sebagian besar bekerja sebagai petani.
“Mayoritas warga di sini berprofesi sebagai petani, yang pendapatannya sangat bergantung pada musim panen. Kondisi ini membuat pengelolaan uang menjadi hal yang penting untuk ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, supaya mereka terbiasa mengatur uang saku yang mereka terima, tidak hanya menghabiskannya begitu saja, tetapi juga belajar menyisihkan sebagian untuk ditabung,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Cindy tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal konsep dasar uang, fungsi uang, hingga cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh-contoh yang dekat dengan keseharian anak, seperti uang jajan, jajanan di kantin, hingga menabung untuk membeli barang impian. Sebelum masuk ke materi, siswa terlebih dahulu mengisi lembar pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka tentang uang. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang diselingi permainan edukatif bertema “Kebutuhan vs Keinginan”. Siswa diajak menebak secara cepat apakah suatu barang termasuk kebutuhan atau sekadar keinginan.
Di akhir sesi, siswa kembali mengisi lembar post-test untuk melihat peningkatan pemahaman mereka setelah mengikuti penyuluhan. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, terutama saat sesi permainan edukatif.
Salah satu siswa kelas 6 mengaku senang dan mendapat banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. “Senang bisa ikut kegiatan ini, materinya juga seru. Jadi paham cara menabung dan mengelola uang jajan, terus sekarang bisa membedakan mana yang keinginan dan mana yang kebutuhan,” ujar seorang siswa kelas 6 SDN 48 Bontokapetta. (*)







