MAROS — Mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Unhas melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis limbah ikan di Desa Toddolimae, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini merupakan program kerja St. Aliah Nurfatimah, mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin. Bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah ikan menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan.
Pemanfaatan limbah ikan sebagai bahan utama POC dipilih karena limbah tersebut mengandung sejumlah unsur hara yang dibutuhkan tanaman, seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), serta unsur hara mikro lainnya.
Melalui proses fermentasi, limbah ikan dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat digunakan sebagai pupuk pelengkap bagi tanaman sekaligus menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan bahan, alat, dan tahapan pembuatan POC. Bahan yang digunakan meliputi limbah ikan, EM4 pertanian, air, serta molase atau gula merah. Sementara itu, peralatan yang digunakan berupa ember, pengaduk, saringan, dan botol atau jerigen.
Proses pembuatan diawali dengan mencuci limbah ikan hingga bersih dan memotongnya menjadi bagian-bagian kecil. Selanjutnya, air dicampurkan dengan molase atau gula merah dan EM4. Limbah ikan kemudian dimasukkan ke dalam ember dan seluruh bahan diaduk hingga tercampur rata. Ember selanjutnya ditutup dan difermentasi selama 14–21 hari.
Selama proses fermentasi, pupuk perlu diaduk secara berkala untuk membantu mengeluarkan gas. Setelah fermentasi selesai, cairan disaring dan dimasukkan ke dalam botol atau jerigen.
Sekretaris Desa Toddolimae, Muh. Irfan Syahreza, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan masyarakat dalam mengelola limbah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKNT. Pemanfaatan limbah ikan menjadi pupuk organik cair merupakan inovasi sederhana yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Selain mengurangi limbah, masyarakat juga dapat memanfaatkannya untuk tanaman. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
POC yang telah jadi perlu diencerkan sebelum digunakan. Untuk penyemperotan daun, digunakan 10–20 ml POC per 1 liter air, sedangkan untuk penyemprotan tanah digunakan 20–30 ml POC per 1 liter air, sesuai kebutuhan tanaman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Toddolimae mampu mengolah limbah ikan menjadi produk bernilai guna serta menerapkan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. (*)







