NEWS  

2.206 Hektare Lahan Pertanian di Maros Terancam Kekeringan

Seorang petani di tengah padi yang mulai kekurangan air. (FOTO: IST)

MATAMAROS.COM — Sebanyak 2.206 hektare lahan pertanian di Kabupaten Maros, terancam terdampak kekeringan ekstrem.

Kecamatan Tompobulu menjadi salah satu wilayah dengan kondisi kekeringan cukup parah. Di wilayah tersebut, sekitar 924 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan. “Dari jumlah itu, sebanyak 9 hektare lahan dilaporkan sudah mengalami gagal panen,” kata Chaidir Syam, Bupati Maros, Rabu, 2 September 2026. Sementara 915 hektare lainnya belum memasuki masa panen dan masih berpotensi terdampak apabila kekeringan terus berlangsung.

Dampak kekeringan juga mulai dirasakan petani di Kecamatan Tanralili. Sekitar 3 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut dilaporkan mengalami gagal panen. “Dengan demikian, sedikitnya 12 hektare lahan pertanian di Maros telah mengalami gagal panen akibat dampak kekeringan,” bebernya.

Pihaknya juga menurunkan tim pemantau kekeringan. Tim tersebut juga melakukan upaya pompanisasi untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 30 unit pompa air telah disalurkan kepada kelompok tani yang lahannya terdampak kekeringan.

Pompa digunakan untuk mengambil sumber air yang masih tersedia dan mengalirkannya ke lahan pertanian. “Kita berharap potensi air yang ada di sana bisa dimanfaatkan. Sekarang sudah turun tim untuk melakukan pompanisasi,” bebernya.

Sementara itu, kecamatan Camba, Cenrana, dan Mallawa masih disebut relatif hijau karena belum masuk kategori kering. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan di wilayah tersebut sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kekeringan semakin meluas. (ast)