Relokasi Pasar Pakalu Butuh Rp3 Miliar

Pasar Pakalu, Bantimurung dipotret dari depan. (FOTO: DOK/MM)

MAROS, MM – Pemkab Maros tidak akan memperbaiki Pasar Pakalu, Bantimurung, lagi. Opsi satu-satunya kini adalah relokasi. Pasar akan dipindahkan.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kopumdag) Kabupaten Maros, To Wadeng, mengatakan, ada tiga opsi lokasi baru.

“Sebenarnya ada lokasi yang sangat strategis di belakang pasar. Sayangnya itu sudah masuk Kecamatan Simbang,” ujarnya, Minggu, 6 Februari 2022.

Mantan Sekretaris DPRD Maros itu membeberkan, estimasi biaya pemindahan antara Rp2 miliar. Bisa mencapai Rp3 miliar. Itu baru untuk pembelian lahan.

“Karena lahan di daerah tersebut harganya cukup tinggi. Untuk pembangunan pasar, kami upayakan meminta bantuan ke Kementerian Perdagangan,” tambahnya.

Pihaknya menargetkan pembukaan lokasi baru Pasar Pakalu akan rampung tahun depan.

Kondisi Pasar Pakalu sudah sangat memprihatinkan. Kumuh di lokasinya yang sangat strategis, Jalan poros provinsi.

Bangunannya tak pernah lagi tersentuh perbaikan sejak puluhan tahun. Pemkab tidak menganggarkan karena lokasi pasar bukan aset pemerintah.

Pemindahan pasar pun jadi pilihan. Apalagi, ucap To Wadeng, biaya retribusi yang dipungut dari para pedagang saat ini sangat tinggi.

“Biaya retribusi di Pasar Pakalu itu sekitar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu per bulan. Sementara pasar lain yang dikelola oleh Pemda, retribusi tertinggi hanya Rp150 ribu. Itu pun untuk jenis ruko lantai dua,” ucapnya.

To Wadeng mengklaim Pemkab Maros tak lagi menerima retribusi pedagang Pasar Pakalu sejak tahun lalu. (ast)